BeritaKaltim.Co

‎Pemkot Samarinda Siapkan Swalayan 88 Juanda Jadi Pusat UMKM Modern ‎

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui langkah konkret. Salah satu inisiatif terbaru adalah rencana pemanfaatan Swalayan 88 di kawasan Juanda sebagai pusat kegiatan UMKM yang lebih modern dan terintegrasi.

‎Rencana ini merupakan hasil koordinasi antara Asisten II Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy dan pimpinan Swalayan 88, Eris Rysdianto untuk memanfaatkan area eks-swalayan itu sebagai ruang usaha sekaligus pusat kreativitas pelaku UMKM Kota Tepian.

‎“UMKM terbukti tangguh dalam krisis, termasuk saat krisis moneter 1998. Itu sebabnya, kami terus dorong agar mereka punya tempat strategis dan representatif,” ujar Marnabas saat di wawancarai, Jumat (27/02/2026).

‎Asisten II Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy menjelaskan, pihak pengelola tidak hanya menyiapkan lantai dua sebagai lokasi usaha, tetapi juga membuka ruang di bagian depan bangunan.

‎Lebih lanjut, secara keseluruhan, tersedia sekitar 50 unit kios yang dirancang khusus bagi pelaku UMKM jauh melampaui ekspektasi awal yang hanya menargetkan dua hingga tiga gerai.

‎Menurutnya, kawasan ini akan dikonsep sebagai ruang kreatif yang nyaman, dilengkapi pendingin ruangan dan operasional hingga pukul 23.00 Wita setiap hari.

‎“Kami ingin masyarakat merasa nyaman saat berinteraksi, bukan sekadar berbelanja,” katanya.

‎Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan skema seleksi dan kurasi produk bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Perindustrian (Disperindagkop) Kota Samarinda.

‎Kendati demikian, selain penyediaan ruang, kualitas produk menjadi perhatian utama agar UMKM lokal mampu bersaing di tingkat nasional.

‎“Produk lokal jangan hanya ramai saat pameran saja. Kualitas harus dijaga. Jangan sampai kita kasih tempat, tapi produknya tidak layak saing,” tegasnya

‎Ia menegaskan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis dalam mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan ekosistem usaha yang terintegrasi.

‎“Bukan cuma tempat jualan, kami siapkan kafe, ruang kreatif, bahkan co-working space. Jadi UMKM bisa berkembang, bukan sekadar bertahan,” ungkapnya

‎Ia menambahkan, proses seleksi produk akan dilakukan secara berkala dengan menilai aspek rasa, kemasan, serta konsistensi kualitas.

‎Pihaknya juga berupaya membantu pelaku UMKM menekan biaya produksi, termasuk melalui penyediaan layanan cetak kemasan lokal.

‎“Kami bantu kemasan agar tidak perlu cetak dari luar kota. Kita siapkan jasa cetak lokal supaya lebih murah,” ucapnya

‎Dengan pendekatan ini, pusat UMKM di Swalayan 88 Juanda diharapkan menjadi ikon baru pemberdayaan ekonomi rakyat di Kota Tepian bukan hanya sebagai tempat berjualan, tetapi juga ruang belajar, kolaborasi, dan pertumbuhan bagi pelaku usaha lokal.

SANDI | WONG ‎

Comments are closed.