BERITAKALTIM.CO-Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dalam keadaan baik dan aman di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Berbicara melalui sambungan video dengan ANTARA di Jakarta, Dubes Roy menyampaikan bahwa berdasarkan data terakhir Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, terdapat 329 WNI yang tercatat berada di Iran.
Dari jumlah tersebut, enam orang saat ini berada di KBRI Teheran karena tidak lagi memiliki tempat tinggal setelah asrama atau tempat kerja mereka dikosongkan.
“Sudah ada beberapa WNI yang kami tampung di KBRI seadanya demi keamanan, tapi lebih karena mereka kebetulan dari pihak sekolah atau pihak tempat bekerja mengosongkan asrama tempat tinggal mereka. Jadi mereka tidak tahu harus kemana ya kami tampung,” ujar Roy.
Jumlah WNI Berpotensi Lebih Banyak
Menurut Dubes Roy, jumlah WNI di Iran berpotensi melebihi angka 329 orang. Hal ini karena terdapat sejumlah WNI yang belum melapor, terutama anak buah kapal (ABK) yang sering tidak tercatat sebagai warga menetap.
Meski demikian, laporan dari perwakilan WNI di berbagai kota menyebutkan seluruh WNI dalam kondisi baik.
Situasi Teheran Masih Dinamis
Dubes Roy menjelaskan situasi di ibu kota Teheran masih dinamis. Sejumlah serangan masih terasa dan terlihat jelas dari kompleks KBRI.
KBRI Teheran saat ini berada dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi, termasuk jika terjadi eskalasi lebih lanjut.
Imbauan KBRI untuk WNI
Sebagai langkah mitigasi, KBRI telah menyampaikan sejumlah imbauan kepada WNI, antara lain:
-
Membatasi aktivitas di luar rumah
-
Tidak mengikuti demonstrasi massa
-
Mencari lokasi perlindungan yang aman jika diperlukan
Namun, Dubes Roy menegaskan pihaknya tidak dapat memaksakan standar pelindungan tertentu kepada setiap WNI.
“Kami tidak bisa memaksakan suatu standar tertentu. Karena dalam beberapa kasus mereka belum merasakan adanya direct threat terhadap keamanan dirinya,” katanya.
Ketegangan Kawasan Meningkat
Ketegangan kawasan meningkat sejak Sabtu (28/2) setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta aset-aset militer AS di kawasan Teluk.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.