BeritaKaltim.Co

Kukar-PLN target terangi pelosok lewat program Terang Kampungku

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, bersama Perusahaan Listrik Negeri (PLN) tahun ini menargetkan mampu menerangi desa-desa hingga daerah pelosok lewat program Terang Kampungku dengan mengandalkan tenaga matahari.

“Listrik merupakan kebutuhan mendasar untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari baik untuk pendidikan, perekonomian, maupun pelayanan publik, sehingga hal ini menjadi perhatian besar kami,” kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Selasa.

Untuk itu, lanjutnya, pemda akan terus berupaya agar seluruh wilayah Kukar, termasuk di daerah terpencil, dapat menikmati aliran listrik dengan baik selama 24 jam agar mereka turut menikmati seperti yang dirasakan warga perkotaan.

“Tidak boleh ada warga Kukar yang merasa tertinggal dalam akses listrik. Kami ingin keadilan energi ini benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, karena ketersediaan listrik yang stabil akan mendorong tumbuhnya usaha mikro dan kecil, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, serta mendukung pelayanan kesehatan daerah,” ujarnya.

Pada 2025 misalnya, program Terang Kampungku berhasil menerangi sejumlah desa di kawasan pinggiran, salah satunya di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal.

Program ini untuk memenuhi kebutuhan listrik 24 jam, bukan hanya menerangi desa-desa di kawasan pesisir seperti di Tani Baru, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil di pedalaman, seperti di Desa Liang Buaya, Kecamatan Muara Kaman, yang sudah lebih dulu terang dari program Terang Kampungku.

Sehari sebelumnya, saat Bupati Kukar menggelar pertemuan dengan PLN setempat, Manager PLN wilayah Tenggarong Hasmon Karaeng mengatakan, jangkauan pelayanan PLN di Kabupaten Kukar terus diperluas dengan target seluruh desa menikmati listrik 24 jam pada 2026.

“Meski wilayah geografis Kukar luas, terpencar, dan menantang, PLN bekerja sama dengan Pemkab Kukar meningkatkan elektrifikasi, termasuk di daerah pedalaman dan perairan, seperti pedesaan di sekitar Danau Melintang melalui program Terang Kampungku,” ujar Hasmon.

PLN Tenggarong juga melakukan peningkatan akses 24 jam hingga akhir 2025, sedangkan sebagian besar wilayah pedalaman Kukar telah teraliri listrik 24 jam, dengan fokus peningkatan layanan yang terus dilakukan hingga kini.

Untuk wilayah terpencil telah disediakan pembangkit alternatif di beberapa wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel PLN, yakni pemda menggunakan pendekatan intervensi, salah satunya melalui PLTS komunal untuk memastikan pemerataan energi.

Ada beberapa sisa wilayah yang harus digenjot PLN. Meski sudah progresif, pemda masih berupaya menyelesaikan cakupan listrik di beberapa dusun atau desa tertentu yang belum maksimal, yakni dengan intervensi jaringan PLN atau PLTS untuk memastikan seluruh rumah tangga terjangkau.

ANTARA | WONG

Comments are closed.