BERITAKALTIM.CO – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memanfaatkan rangkaian Safari Ramadan ke wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu untuk meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur jalan di kawasan barat provinsi Kaltim.
Dalam perjalanan darat menuju wilayah pedalaman, Seno mengatakan rombongan Pemerintah Provinsi sekaligus mengecek kondisi sejumlah ruas jalan strategis yang sedang dalam tahap pembangunan dan perbaikan.
“Yang pertama kita bergerak dari Tenggarong ke Melak. Nah di situ kita sekalian melihat kondisi infrastruktur. Dari perbatasan Kutai Kartanegara sampai ke Simpang Blusuh sekarang sedang dikerjakan,” kata Seno Aji saat menjelaskan hasil peninjauan di Rujab Wakil Gubernur, Kamis (19/3/2026).
Ia mengungkapkan, pembangunan jalan juga tengah berlangsung pada ruas Simpang Blusuh menuju Sendawar dengan nilai anggaran mencapai Rp196 miliar.
“Dari Simpang Blusuh sampai ke Sendawar itu anggarannya Rp196 miliar dan saat ini sedang dikerjakan. Artinya nanti akhir 2026 antara Simpang Blusuh sampai Sendawar sudah selesai semua,” ujarnya.
Setelah segmen tersebut rampung, pemerintah akan melanjutkan pembangunan pada ruas berikutnya yang menghubungkan Simpang Blusuh hingga perbatasan Kutai Kartanegara.
“Nah, setelah itu baru pada akhir 2027 kita kerjakan Simpang Blusuh ke perbatasan Kutai Kartanegara. Sementara ini kita antisipasi dulu jalan yang berlubang dengan agregat supaya masyarakat lebih nyaman berkendara,” jelasnya.
Menurut Seno, ruas tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan wilayah Kutai Kartanegara dengan Kutai Barat, sehingga perbaikannya menjadi prioritas pemerintah daerah.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga fokus menggarap segmen jalan yang menghubungkan Kutai Barat dengan Mahakam Ulu, tepatnya ruas Tering – Ujoh Bilang sepanjang 136 kilometer.
“Segmen kedua adalah dari Tering ke Ujoh Bilang. Panjangnya sekitar 136 kilometer. Sekarang yang sudah kita kerjakan kurang lebih sekitar 80 sampai hampir 90 kilometer,” kata Seno.
Ia menyebutkan, masih ada sekitar 40 kilometer jalan yang belum tertangani. Namun sebagian besar akan mulai dikerjakan pada tahun ini.
“Dari sisa itu, sekitar 27 kilometer kita kerjakan tahun ini dan dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. Diperkirakan akhir 2026 sudah selesai,” ungkapnya.
Sementara sisa sekitar 13 kilometer lainnya direncanakan akan ditangani melalui anggaran lanjutan.
“Kemudian sisanya kurang lebih sekitar 13 kilometer. Itu kita antisipasi di tahun 2026 karena anggaran yang sekarang sudah digunakan untuk ruas jalan yang sama,” jelasnya.
Seno optimistis, seluruh ruas jalan penghubung Kutai Barat hingga Mahakam Ulu dapat dilalui dengan baik oleh masyarakat paling lambat pada 2027.
“Jadi pada 2027 nanti sepanjang 136 kilometer ini sudah bervariasi antara aspal dan rigid beton. Artinya semuanya sudah bisa dilalui dengan baik oleh masyarakat. Itu yang menjadi oleh-oleh kita dari kunjungan ke sana,” pungkasnya.
YANI | WONG
Comments are closed.