BERITAKALTIM.CO – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyerahkan hadiah undian umrah bagi lima orang beruntung dalam momentum Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, Sabtu.
“Semoga hadiah umrah ini bisa menjadi manfaat besar bagi lima orang yang menerimanya hari ini. Semoga perjalanan umrah mendatang lancar dan mendapat mendapat keberkahan Allah,” ujar Aulia Rahman di Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur, Sabtu.
Penyerahan hadiah dilakukan saat bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Shalat Idul Fitri, berupa lima hadiah ibadah umrah gratis kepada lima orang jamaah shalat di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong.
Dalam sambutannya bupati menekankan agar nilai-nilai menjalankan ibadah selama Ramadhan terus menjadi panduan hidup sehari-hari setelah menjalani hari fitri ini hingga ke depan.
Ia mengatakan bahwa bulan puasa telah menundukkan ego dan menyucikan jiwa, menjadi investasi spiritual untuk membentuk ketaqwaan hakiki.
Setelah Ramadhan, umat Islam diajak tampil sebagai pribadi bertaqwa, karena ibadah bukan sekadar ritual formal, melainkan simbol untuk mewujudkan kebajikan, menyajikan budi pekerti luhur dan kejernihan batin pada setiap tindakan serta ucapan.
”Ramadhan sebagai sekolah rohani telah usai, namun pancaran cahayanya diharapkan terus menuntun langkah kita dan menyebarkan kebaikan, persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa esensi ibadah selama Ramadhan adalah untuk mencapai kesalehan, sehingga hal ini akan dapat menuju transformasi sosial melalui karakter tangguh, disiplin, dan penuh empati.
Ia pun mengajak masyarakat membumikan nilai-nilai ibadah dengan terus berbuat baik, seperti dalam hadits menyebutkan Khairunnas Anfa’uhum Linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama).
Ia meyakini bahwa perbuatan baik merupakan kontribusi besar yang bisa menjadi maslahat berkelanjutan bagi masyarakat, karena kebaikan itu bisa menular ke orang lain dan akan mendapat balasan kebaikan pula.
“Momentum Idul Fitri ini sebagai muara kembali ke fitrah kemanusiaan, yakni penuh kepedulian dan kasih sayang. Hal ini bisa menjadi nafas perjuangan bagi setiap insan,” katanya.
ANTARA | WONG
Comments are closed.