BeritaKaltim.Co

Harga batu bara periode I April senilai 99,87 dolar AS per ton

BERITAKALTIM.CO – Harga batu bara acuan (HBA) periode I April 2026 turun menjadi 99,87 dolar AS per ton, dari yang sebelumnya 103,01 dolar AS per ton pada periode II Maret 2026.

Dikutip dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 135.K/MB.01/MEM.B/2026 yang diakses dari Jakarta, Rabu, harga komoditas batu bara turun dari 103,01 dolar AS per ton pada periode II Maret, menjadi 99,87 dolar AS per ton pada periode I April 2026.

Data tersebut termaktub dalam Keputusan Menteri ESDM, yang membagi HBA menjadi empat kategori berdasarkan nilai kalori batu bara.

Nilai HBA, HBA I, HBA II dan HBA III untuk Periode Pertama November 2025 yang berlaku untuk tanggal 1 April–14 April 2026 adalah sebagai berikut:

1. HBA (6.322 GAR): 99,87 dolar AS per ton (turun apabila dibandingkan HBA Periode II Maret 2026 sebesar 103,01 dolar AS);
2. HBA I (5.300 GAR): 72,28 dolar AS per ton (naik apabila dibandingkan HBA Periode II Maret 2026 sebesar 71,55 dolar AS);
3. HBA II (4.100 GAR): 49,99 dolar AS per ton (turun apabila dibandingkan HBA Periode II Januari 2026 sebesar 48,32 dolar AS);
4. HBA III (3.400 GAR): 35,23 dolar AS per ton (naik apabila dibandingkan HBA Periode II Januari 2026 sebesar 34,25 dolar AS).

Kementerian ESDM menetapkan kuota produksi batu bara 2026 sekitar 600 juta ton, atau berkurang sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Pemangkasan tersebut dilandasi oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan atau supply dan demand batu bara di pasar internasional, utamanya sepanjang 2025.

Akan tetapi, pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran menyebabkan harga batu bara meroket dari yang semula berada di bawah 120 dolar AS per ton, menjadi melampaui 130 dolar AS per ton dalam kurun waktu kurang lebih sepekan pada awal Maret 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun membuka peluang melakukan relaksasi terukur terhadap penetapan kuota produksi batu bara.

ANTARA | WONG

Comments are closed.