BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyoroti meningkatnya persoalan sampah yang kini mencapai sekitar 550 ton per hari, sekaligus mendorong peran generasi muda sebagai kunci solusi menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, dalam Malam Grand Final Duta Lingkungan Hidup Kota Balikpapan 2026 yang digelar di Gedung Kesenian Balikpapan, Minggu (5/4/2026) malam.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan bahwa ajang pemilihan Duta Lingkungan Hidup Balikpapan bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.
“Selama ini Balikpapan dikenal memiliki komitmen kuat dalam menjaga kebersihan. Namun capaian tersebut justru menjadi tantangan, agar kita tidak lengah menghadapi persoalan lingkungan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pengelolaan sampah semakin kompleks seiring meningkatnya volume produksi yang belum diimbangi kapasitas pengolahan. Kondisi ini diperparah oleh faktor cuaca serta perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan pola hidup ramah lingkungan.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Bagus menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat, terutama dari tingkat rumah tangga sebagai penyumbang sampah terbesar, dinilai sangat krusial.
Melalui ajang ini, para finalis Duta Lingkungan Hidup diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi dan menggerakkan masyarakat. Pemanfaatan platform digital juga didorong sebagai sarana memperluas kampanye kesadaran lingkungan.
“Duta lingkungan mempunyai peran sangat strategis untuk menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda. Kesadaran ini jika dibangun sejak dini, kita optimistis dapat mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” jelasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga Balikpapan tetap bersih dan berkelanjutan.
Menjaga lingkungan bagi Pemerintah Kota bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan upaya nyata menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik. Adanya kerja bersama, Balikpapan diharapkan mampu menjawab tantangan sampah sekaligus mempertahankan identitasnya sebagai kota yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
NIKEN | WONG | Adv Diskominfo Balikpapan.
Comments are closed.