BERITAKALTIM.CO-PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mempercepat pengamanan aset kelistrikan di Kalimantan Timur. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menuntaskan pengukuran lahan di 42 titik tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Melak–Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses sertifikasi aset negara, guna memastikan kepastian hukum atas infrastruktur ketenagalistrikan. Pengukuran yang telah berlangsung sejak Februari 2026 itu akan menjadi dasar penerbitan Peta Bidang Tanah (PBT) oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kukar, sebelum dilanjutkan ke tahap sertifikasi hak atas tanah.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“Penyelesaian pengukuran ini adalah milestone penting untuk memastikan aset negara terlindungi secara hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya, pada hari Kamis, 9 April 2026.
Di lapangan, proses pengukuran menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tim gabungan PLN dan Kantah Kukar harus berjibaku dengan kondisi geografis yang sulit, mulai dari perbukitan terjal hingga lokasi terpencil yang belum memiliki akses jalan. Bahkan, beberapa titik tower hanya bisa dijangkau dengan membuka jalur secara manual.
Selain itu, faktor cuaca dengan curah hujan tinggi turut menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Meski demikian, koordinasi intensif antara PLN UIP KLT, Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 3 (UPP KLT 3), dan Kantah Kukar memastikan seluruh tahapan tetap berjalan sesuai target.
Basuki menambahkan, legalitas aset memiliki peran krusial dalam mendukung operasional kelistrikan jangka panjang.
“Dengan kepastian hukum, operasional jaringan bisa berjalan tanpa hambatan. Ini berdampak langsung pada keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” jelasnya.
PLN menargetkan seluruh aset transmisi ke depan memiliki status hukum yang jelas. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun sistem kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Melalui percepatan sertifikasi ini, PLN memperkuat pijakan infrastruktur energi sebagai tulang punggung pembangunan daerah, sekaligus memastikan layanan listrik tetap stabil di tengah pertumbuhan kebutuhan yang terus meningkat.
NIKEN | WONG
Comments are closed.