BeritaKaltim.Co

Polresta Balikpapan Perkuat ETLE Berbasis AI, Pelanggaran Lalu Lintas Kini Terekam Otomatis

BERITAKALTIM.CO-Polresta Balikpapan terus mendorong transformasi penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi. Melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), pelanggaran kini dapat terdeteksi dan tercatat secara otomatis, bahkan tanpa interaksi langsung antara petugas dan pengendara.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, menjelaskan bahwa ETLE menjadi salah satu instrumen utama dalam menciptakan penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. ETLE merupakan alat pendukung penegakan hukum berbasis elektronik yang membantu petugas mencatat pelanggaran secara objektif.

Ia menyebutkan, penerapan ETLE di Balikpapan terdiri dari dua jenis, yakni statis dan mobile. Untuk ETLE statis, saat ini telah terpasang enam unit kamera di sejumlah titik strategis seperti kawasan Lapangan Merdeka, traffic light Plaza Balikpapan, dan simpang Beruang Madu.

Sementara itu, ETLE mobile digunakan oleh petugas Satlantas dalam bentuk perangkat genggam (handheld) berbasis ponsel. Teknologi ini dilengkapi kamera dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengidentifikasi jenis pelanggaran secara otomatis.

“Setiap pelanggaran yang terekam langsung masuk ke sistem dan diklasifikasikan sesuai jenis pelanggarannya,” jelasnya, pada hari Jumat, 10 April 2026.

Dalam operasi terbaru, Satlantas Polresta Balikpapan bersama Dinas Perhubungan menyasar berbagai pelanggaran yang kerap terjadi di jalan raya. Di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai aturan, pengendara tanpa helm, berboncengan lebih dari dua orang, hingga tidak menggunakan sabuk pengaman.

Selain itu, petugas juga menindak praktik parkir liar yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Menurut Kapolresta, penindakan ini tidak hanya bertujuan memberi efek jera, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. “Kami ingin menciptakan ketertiban dan kepatuhan masyarakat, agar setiap pengguna jalan merasa aman,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Kesadaran untuk tertib berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari kelengkapan administrasi kendaraan hingga pemahaman etika berkendara. “Pelopor keselamatan lalu lintas itu dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Pemanfaatan teknologi ETLE berbasis AI serta sinergi lintas instansi, Polresta Balikpapan optimistis mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus membentuk budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan di kota ini.

NIKEN | WONG

Comments are closed.