BERITAKALTIM.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat internal untuk menyikapi rencana kunjungan Gubernur Kalimantan Timur ke Gedung PWI Kaltim. Rapat tersebut menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi di tengah keterbukaan terhadap berbagai pihak.
Ketua PWI Kaltim, Abdurachman Amin, menegaskan bahwa PWI tetap membuka ruang diskusi bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk pimpinan daerah dan tokoh politik, namun tetap berada pada posisi netral.
“Silakan saja datang dan berdiskusi, tetapi PWI tetap berdiri di garis netral,” ujarnya dalam rapat yang digelar di Sekretariat PWI Kaltim, Samarinda, Senin (13/4/2026).
Rapat tersebut juga membahas kesiapan organisasi dalam menerima kunjungan Gubernur Kaltim, sekaligus memastikan tidak ada upaya intervensi terhadap independensi PWI.
Pengurus PWI Kaltim, Duito Susanto, menyatakan organisasi tidak menutup diri terhadap kunjungan pihak manapun, namun menegaskan pentingnya menjaga netralitas.
“Kami membolehkan siapa saja datang, tetapi tidak boleh ada upaya menggiring PWI ke kepentingan tertentu,” tegasnya.
Senada, pengurus lainnya, Dirhan, mengingatkan agar organisasi tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, mengingat PWI memiliki agenda strategis yang harus diperjuangkan bagi kesejahteraan wartawan.
Sementara itu, Sekretaris Umum PWI Kaltim, Said Sahab, menegaskan bahwa PWI tetap terbuka terhadap komunikasi dengan semua pihak, namun tetap menjaga prinsip independensi.
“Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin berdiskusi, tetapi tetap waspada terhadap potensi intervensi,” ujarnya.
PWI Kaltim juga berencana melibatkan berbagai asosiasi pers di daerah dalam momentum tersebut, sebagai upaya memperkuat sinergi antarorganisasi media di Kalimantan Timur.
WONG
Comments are closed.