BeritaKaltim.Co

Meski WFH Berlaku, Disdukcapil Balikpapan Pastikan Layanan Tetap Prima hingga Tingkat Kelurahan

BERITAKALTIM.CO- Di tengah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, menegaskan bahwa instansinya termasuk dalam kategori pelayanan dasar yang dikecualikan dari kebijakan WFH. Karena itu, masyarakat tetap bisa mengakses layanan seperti biasa.

“Pelayanan tetap buka seperti hari kerja biasa. Jam kerja dimulai pukul 08.00 hingga 11.30 WITA, dan pelayanan kepada masyarakat kami optimalkan sampai pukul 11.00 WITA,” ujarnya pada hari Selasa, 13 April 2026.

Ia menjelaskan, selain Disdukcapil, sejumlah sektor penting lain seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), layanan kesehatan, dan pendidikan juga tidak menerapkan WFH demi menjaga kontinuitas layanan publik.

Lebih dari sekadar menjaga layanan tetap berjalan, Disdukcapil Balikpapan justru memanfaatkan momentum ini untuk terus berbenah. Peningkatan sarana dan prasarana menjadi salah satu fokus utama, agar kualitas pelayanan semakin cepat, mudah, dan efisien.

Tak hanya itu, strategi mendekatkan layanan kepada masyarakat juga terus diperkuat. Salah satunya dengan mendorong pelayanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat kelurahan. “Semakin kita dekatkan layanan ke masyarakat, artinya akses makin mudah. Ini yang terus kami dorong,” jelas Tirta.

Langkah ini dinilai penting, terutama untuk menjangkau warga yang selama ini terkendala jarak atau waktu dalam mengurus dokumen kependudukan.

Ke depan, Disdukcapil Balikpapan menargetkan inovasi layanan yang lebih progresif, yakni menghadirkan pencetakan dokumen seperti KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA) langsung di kelurahan.

Jika target ini terealisasi, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor pusat untuk mengurus atau mencetak dokumen penting, sehingga proses menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
“Harapannya, ke depan pencetakan KTP dan KIA bisa sampai di kelurahan. Jadi masyarakat benar-benar dimudahkan,” katanya.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, Disdukcapil Balikpapan tetap menunjukkan optimisme. Peningkatan kualitas layanan publik diyakini dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesejahteraan masyarakat. “Meskipun kita tahu kondisi saat ini tidak mudah, kami tetap optimis ke depan bisa lebih baik,” pungkas Tirta.

Adanya komitmen menjaga layanan tetap berjalan di tengah kebijakan WFH serta inovasi mendekatkan pelayanan hingga ke tingkat kelurahan, Disdukcapil Balikpapan menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya harus bertahan, tetapi juga terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

NIKEN | WONG | Adv Diskominfo Balikpapan.

Comments are closed.