BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyoroti masih tingginya jumlah guru yang belum bergelar sarjana, khususnya di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, mengungkapkan bahwa dari total lebih dari 4.000 tenaga pendidik di Kota Bontang, sebagian besar masih didominasi oleh guru dari sekolah swasta, termasuk PAUD, dengan kualifikasi pendidikan yang belum S1.
“Memang masih banyak guru PAUD yang belum S1. Ini menjadi fokus kami untuk terus didorong agar mereka bisa meningkatkan kualifikasinya,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, pembenahan tidak dilakukan secara umum, melainkan berbasis data yang dihimpun melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.
“Semua data ada di GTK, jadi kita tahu mana yang harus diprioritaskan. Tidak asal dorong, tapi sesuai kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari solusi, Disdikbud juga mendorong para guru memanfaatkan program bantuan pendidikan yang disediakan pemerintah daerah, seperti fasilitas kuliah dengan dukungan biaya UKT gratis.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
“Guru itu adalah contoh, jadi harus terus meningkatkan kualitas diri, termasuk memenuhi kualifikasi minimal S1,” tegasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.