BERITAKALTIM.CO – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang terus memperluas layanan pendidikan dengan menjangkau berbagai jenjang, mulai dari pendidikan kesetaraan hingga pendidikan anak usia dini (PAUD).
Saat ini, total peserta didik yang terdaftar di SKB Bontang mencapai 287 orang untuk program paket A, B, dan C. Selain itu, SKB juga mengelola layanan PAUD nonformal yang menampung 31 anak.
Plt Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh menjelaskan, layanan PAUD tersebut sementara ditempatkan di kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Api-Api, guna mengakomodasi anak-anak yang tinggal di lingkungan tersebut.
“Kita juga punya PAUD, sementara ini berada di Rusunawa Api-Api. Itu untuk mengakomodir anak-anak di sana dan semuanya gratis,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, kehadiran layanan PAUD tersebut menjadi bagian dari komitmen SKB dalam memberikan akses pendidikan sejak usia dini, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rusunawa.
“PAUD ini sifatnya nonformal, masuk kategori Satuan PAUD Sejenis. Tapi tetap kita kelola dengan baik agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dasar sejak dini,” jelasnya.
Menurutnya, program kesetaraan dan PAUD yang dikelola SKB saling melengkapi dalam upaya pemerataan pendidikan di Kota Bontang.
“Kami ingin menjangkau semua lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga warga yang putus sekolah. Jadi semuanya bisa mendapatkan akses pendidikan,” tambah Hairul.
Lebih lanjut, ia menyebut jika adanya program ini, SKB Bontang tidak hanya memberikan kesempatan pendidikan bagi warga yang putus sekolah melalui program kesetaraan, tetapi juga turut mendukung pendidikan dasar sejak usia dini, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rusunawa.
“Dengan adanya keberadaan layanan ini dapat membantu meningkatkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Bontang,” tukasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.