BeritaKaltim.Co

Mendagri Monitor Dinamika Isu Hak Angket DPRD Kaltim

BERITAKALTIM.CO-Menghangatnya wacana penggunaan hak angket oleh DPRD Kalimantan Timur terhadap gubernur, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memilih pendekatan yang lebih menyejukkan komunikasi, bukan konfrontasi.

Merespons dengan langkah tegas yang berpotensi memperkeruh suasana, Tito menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini lebih fokus menjaga stabilitas hubungan antara eksekutif dan legislatif di daerah.

“Kami terus memonitor dinamika yang berkembang. Namun yang utama adalah memastikan hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD tetap berjalan baik,” ujarnya, saat ditemui pada peluncuran tenda rakyat dari Kememterian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, di SMPN 13 Balikpapan, pada hari Selasa, 5 Mei 2026.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Kementerian Dalam Negeri tidak ingin terburu-buru mengambil langkah administratif, melainkan memberi ruang bagi penyelesaian secara internal di daerah.

Saat disinggung mengenai kemungkinan teguran kepada gubernur, Tito kembali menegaskan filosofi kepemimpinannya yang cenderung mengedepankan harmoni.

“Saya selalu berprinsip membangun komunikasi. Seperti menarik benang dari tepung benangnya dapat, masalah selesai, tapi tepungnya tidak berantakan,” jelasnya.

Filosofi tersebut menggambarkan upaya penyelesaian konflik tanpa menimbulkan kerusakan lebih luas, baik dalam hubungan kelembagaan maupun kepercayaan publik.

Wacana hak angket sendiri merupakan instrumen politik yang sah dimiliki DPRD, untuk melakukan pengawasan terhadap kepala daerah. Namun dalam praktiknya, dinamika ini sering kali berujung pada ketegangan politik yang berkepanjangan.

Melalui pendekatan persuasif ini, Tito tampak ingin memastikan bahwa proses demokrasi tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas pemerintahan daerah. Pemerintah pusat pun mengambil posisi sebagai penyeimbang mengawasi, namun tidak memperuncing situasi.

Di tengah dinamika politik daerah yang kian kompleks, strategi menarik benang dari tepung menjadi sinyal bahwa penyelesaian konflik tak selalu harus melalui tekanan, melainkan bisa ditempuh lewat komunikasi yang terukur dan menjaga semua pihak tetap pada posisinya.

NIKEN | WONG

Comments are closed.