BERITAKALTIM.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat sektor pariwisata menunjukkan perkembangan positif pada Maret 2026 kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Kota Tepian yang menjadi salah satu indikator aktivitas kunjungan wisata maupun perjalanan dinas.
Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto mengatakan tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada Maret 2026 tercatat sebesar 48,68 persen. Angka tersebut naik 0,69 persen dibandingkan Februari 2026.
“Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap jasa akomodasi di Samarinda,” ujarnya pada saat di wawancarai di kantor BPS Kota Samarinda, Kamis (7/5/2026).
Secara tahunan, pertumbuhan hunian hotel di Samarinda juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Dibandingkan Maret 2025, tingkat penghunian kamar hotel berbintang naik sebesar 12,17 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut menandakan aktivitas perjalanan ke Samarinda mulai bergerak lebih baik. Mobilitas masyarakat yang meningkat, baik untuk kebutuhan bisnis, pemerintahan, maupun kunjungan keluarga, dinilai turut menopang pertumbuhan sektor perhotelan di ibu kota Kalimantan Timur itu.
Selain tingkat hunian kamar, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada Maret 2026 mencapai 1,45 hari. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran pola kunjungan wisatawan maupun pelaku perjalanan yang datang ke Samarinda.
“Indikator ini menjadi salah satu gambaran pola kunjungan wisatawan maupun pelaku perjalanan yang datang ke Samarinda,” ucapnya.
Kendati demikian, jika dibandingkan Februari 2026, rata-rata lama menginap mengalami sedikit penurunan sebesar 0,03 persen. Namun secara tahunan, lama tinggal tamu hotel masih meningkat 0,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Supriyanto menilai peningkatan tingkat hunian hotel menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha jasa akomodasi di Samarinda. Ia berharap tren tersebut dapat terus berlanjut seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat.
“Jika dibandingkan Maret tahun lalu, tingkat penghunian hotel berbintang di Samarinda mengalami kenaikan cukup baik,” katanya.
Di sisi lain, BPS mengingatkan pemulihan sektor pariwisata masih menghadapi sejumlah tantangan eksternal. Kenaikan biaya transportasi, terutama transportasi udara, serta tekanan harga energi global dinilai masih berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan ke daerah.
Salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat di Samarinda yakni Samarinda Theme Park, yang turut menjadi indikator meningkatnya aktivitas wisata di Kota Tepian.
SANDI | WONG
Comments are closed.