Agus Aras Ingatkan Isran-Hadi 3 Proyek Bontang-Kutim-Berau

oleh -155 views
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Agus Aras.

BERITAKALTIM.CO- Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim tahun 2020 dijadikan sejumlah anggota dewan untuk mengevaluasi jalannya pembangunan di sejumlah kabupaten/kota. Tak terkecuali yang ada di wilayah utara Kaltim, yakni di Bontang, Kutim, dan Berau.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Agus Aras misalnya, mengingatkan agar Gubernur dan Wakil Gubernur Isran Noor-Hadi Mulyadi bahwa ada 3 proyek pembangunan yang harus disegerakan di wilayah tersebut.

Pertama, kelanjutan pembangunan Jembatan Sei Rantau Nibung di Kecamatan Kaubun, Kutim.

“Proyek ini harus jadi perhatian utama. Perlu untuk disegerakan agar dibangun oleh pemerintah. Karena Jembatan Jembatan Sei Rantau Nibung sudah lama dinantikan masyarakat,” kata politikus Partai Demokrat ini, Senin (3/5/2021).

Kedua, pembangunan jalan poros provinsi yang ada di Kecamatan Kaliorang. Tepatnya yang berada di Simpang 4 Kaliorang, Kutim menuju Talisayan, Berau. Ini menjadi akses penting bagi masyarakat, tidak hanya bagi warga Kaliorang, Kaubun, dan Karangan. Tetapi juga masyarakat Berau.

“Bagaimana Pemprov Kaltim bisa memaksimalkan anggaran untuk membenahi jalan poros provinsi, yaitu pembangunan jalan di Simpang 4 Kaliorang menuju Talisayan. Saya kira, mau tidak mau harus dimaksimalkan pembangunannya oleh pemerintah,” bebernya.

Ketiga, yakni bagaimana Pemprov Kaltim bisa ikut serta membantu Pemkot Bontang membantu mengurai persoalan banjir di wilayah itu. Karena hampir setiap tahunnya setiap kali musim hujan, banjir selalu menjadi momok bagi masyarakat Kota Bontang.

“Pemprov Kaltim saya kira harus ikut membantu penanggulangan banjir itu. Karena setiap saat, banjir selalu terjadi. Dan kita tahu, bahwa banyak kawasan yang jadi tanggung jawab provinsi, tetapi belum mendapatkan perhatian serius,” paparnya.

Terhadap ketiga hal itu, mantan anggota DPRD Kutim ini berujar, bahwa di hampir setiap kesempatan dia selalu menyampaikan persoalan itu. Secara khusus saat melaksanakan rapat bersama DPUPR Pera Kaltim.

“Alhamdulillah, secara bertahap sudah mulai mendapatkan perhatian. Contohnya, seperti Jembatan Sei Rantau Nibung, tahun ini sudah ada anggaran untuk revisi desain. Karena rencana pembangunan jembatan itu sudah cukup lama,” imbuhnya.

Dia berharap, selambat-lambatnya pada 2022 mendatang pembangunan Jembatan Sungai Nibung sudah dapat direalisasikan Pemprov Kaltim. Saat ini, untuk besaran alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk proyek itu, kata dia, tengah dirapatkan DPUPR Pera Kaltim.

“Untuk kebutuhan anggarannya seberapa banyak, saya belum tahu. Sekarang masih terus dirapatkan oleh dinas terkait. Sekali lagi, jembatan ini sangat penting dan sudah ada dibangun tiang pancangnya,” cakapnya.

Dia menambahkan, salah satu yang banyak dikemukakan masyarakat saat dia melaksanakan reses di Kutim, yakni penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Sangatta Utara. Proyek ini sendiri diakui dia sudah lama dinantikan dan sedang membutuhkan sentuhan anggaran dari Pemprov Kaltim.

“Kemarin yang mengemuka saat Musrenbang Kaltim, bupati Kutim meminta supaya penyelesaian Pelabuhan Sangatta. Pelabuhan itu masuk tol laut yang sudah ditetapkan Presiden Jokowi. Ini perlu keterlibatan provinsi lewat Dishub Kaltim,” pungkasnya. #

Wartawan: Heriman