75 Persen Plasma Konvalesen Digunakan di RS Karnudjoso

oleh -258 views
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty.

BERITAKALTIM.CO- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, melihat peningkatan kasus di Balikpapan, terapi plasma konvalesen merupakan terapi terbaik dalam membantu kesembuhan pasien terpapar covid-19 yang memiliki kategori berat di ruang ICU.

Dijelaskannya, ada perbedaan antara donor plasma konvalesen dan vaksinasi. Untuk donor plasma akan memberikan antibodi secara pasif kepada masyarakat, yang mana antibodi ini didapat dari pasien yang pernah terkonfirmasi positif.

“Plasma untuk memberikan antibodi secara pasif. Sudah jadi nih antibodi dari pasien yang pernah terkonfirmasi positif kita ambil, kita sumbangkan kepada pasien yang sakit terutama yang kriteria berat atau berada di ruang ICU,” ujarnya.

Sedangkan untuk vaksin yang berjalan, nantinya akan disuntikkan kepada masyarakat yang sehat untuk merangsang terbentuknya antibodi. Jadi secara aktif tubuh itu akan bekerja, antigen dan antibodinya terbentuk.

“Dan pada intinya ada 2 perbedaan, plasma untuk menolong yang sedang sakit dan vaksin akan menolong yang belum sakit untuk dilindungi,” ucapnya.

Ia menambahkan, pusat (bank darah plasma konvalesen) di Balikpapan di rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan hampir 75 persen dipergunakan membantu pasien yang kriteria berat.

Terapi plasma konvalesen sangat dibutuhkan karena akan meningkatkan antibodi pasien yang terpapar covid-19 dalam kondisi berat sehingga bisa segera sembuh

“Hanya saja, untuk dilakukan terapi plasma konvalesen tergantung dokter penanggungjawab pelayanan. Mereka yang menentukan pasien ini boleh menggunakan terapi plasma konvalesen, seberapa banyak,” ujarnya.

Dan saat ini pihaknya sudah melebarkan lagi penanganan plasma konvalesen. Bahkan RS Pertamina sudah melakukan pengambilan darah (plasma) dari karnujoso sebagai bank darah yang saat ini.

“Saat ini kita sedang melebarkan lagi penanganan plasma konvalesen, rumah sakit Pertamina juga sudah melakukan mengambil darah dari Kanudjoso sebagai bank darahnya saat ini untuk rumah sakit lain juga sudah boleh mengunakan,” paparnya.

“Tidak menutup kemungkinan untuk rumah sakit lain juga sudah boleh menggunakan,” tuturnya.

Dirinya berharap semoga kegiatan plasma dan vaksin ini dapat menurunkan dan menghilangkan penyebaran covid-19, sehingga masyarakat bisa kembali normal dan beraktivitas. #

Wartawan: Thina