92 Tahun Sumpah Pemuda, Ini Ungkapan HM Aswin

oleh -788 views
HM Aswin, Kepala Bappeda Kaltim.

BERITAKALTIM.CO—  Tanggal 28 Oktober adalah hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Ratusan pemuda dari seluruh penjuru negeri berkumpul pada Kongres Pemuda II yang dilaksanakan selama dua hari yakni 27-28 Oktober di Batavia (Jakarta) pada waktu itu.

Hasil dari Kongres tersebut menorehkan suatu keputusan legendaris yang kelak menjadi tonggak pergerakan bangsa dalam melawan penjajahan dan merebut kemerdekaan.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah jang satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa jang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mendjundjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” sebagaimana yang tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.

Sebagaimana perjuangan bangsa kita terdahulu adalah untuk melawan penjajahan. Maka tidak salah lagi jika dikatakan bahwa tugas bangsa saat ini adalah untuk menuntaskan kemiskinan, menjaga kecerdasan dan menciptakan kemandirian secara ekonomi yang bersifat kerakyatan.

Sebagai think thank dan garda terdepan dalam merumuskan pembangunan masyarakat di Bumi Etam, Kepala Bappeda Kaltim Prof. Dr. IR. H. M. Aswin, MM mengatakan, bahwa ia bersyukur bahwa pemuda Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang.

Aswin panggilan akrabnya, menjelaskan, bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda ini haruslah menjadi titik refleksi bagi anak muda di seluruh Indonesia untuk memiliki keinginan terus maju sebagaimana para pendahulu atau Founding Fathers bangsa memperjuangkan kemerdekaan.

Karakter maju ini menurut Aswin harus terkristalisasi dalam keinginan untuk selalu aktif terlibat dalam pembangunan bangsa, khususnya untuk Kalimantan Timur tercinta.

Ia mengatakan bahwa sebagai penerus bangsa, pemuda harus bersiap untuk mandiri dan berdaulat secara pemikiran dan tindakan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Alm. W.S Rendra, di mana perjuangan sejatinya adalah pelaksanaan kata-kata.

Namun, ia selalu mengingatkan bahwa pemuda juga harus memiliki karakter yang baik. Di mana moral dan kerendahatian, juga menjadi kunci bagi tumbuh dan berkembangnya pribadi seseorang.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan bahwa sebagai seseorang yang masih memiliki semangat. Ia mengatakan bahwa pemuda harus siap menghadapi perubahan.

“Sebab, tidak ada yang abadi dan semuanya senantiasa selalu berubah. Karena yang abadi adalah perubahan itu sendiri,” pungkasnya dalam wawancara yang dilakukan via telepon Rabu (28/20/10). #

No More Posts Available.

No more pages to load.