BERITAKALTIM.CO – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Amir Tosina, menyoroti kondisi Mangrove di Berbas Pantai yang membutuhkan perbaikan dari bagian kayu jembatan di area tersebut yang sudah mengalami kerusakan, serta beberapa lampu pencahayaan yang terpasang di lokasi wisata tersebut juga mengalami kerusakan, seperti kaca yang pecah.
Mengingat tugas dari Komisi III yang membawahi bidang infrastruktur. Amir menyatakan bahwa kondisi ini harus segera mendapatkan perhatian Pemerintah,
“Target kita adalah menjadikan tempat ini sebagai objek wisata yang menarik. Oleh karena itu, pemeliharaannya harus diperhatikan. Jangan sampai dibiarkan rusak baru kita mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memperbaikinya,” ujarnya saat disambangi awak media di Pendopo Rujab Walikota Bontang, Senin (29/07/2024) malam.
Menurutnya Mangrove Berbas Pantai adalah salah satu aset penting kota yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia mendesak agar pihak berwenang segera melakukan perbaikan pada fasilitas yang rusak, serta mengingatkan kepada warga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan mangrove tersebut.
“Mangrove yang dipotong dan dipangkas oleh warga harus kembali ditanami agar tetap terlihat indah. Keberadaan hutan mangrove ini sangat penting, tidak hanya sebagai daya tarik wisata tetapi juga sebagai ekosistem yang harus dijaga kebersihannya,” tambahnya.
Pria yang akrab di sapa atos ini juga mengusulkan agar ada petugas khusus yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan area tersebut, termasuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan.
“Hal ini untuk memastikan bahwa lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi para pengunjung serta menjaga kelestarian alam,” tutupnya.
Dengan pernyataan ini, diharapkan adanya aksi nyata dari pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan Mangrove Berbas Pantai, demi kelestarian lingkungan dan peningkatan potensi wisata di Kota Bontang. #
Reporter: Ipul | Editor: Wong | ADV DPRD Bontang
Comments are closed.