BeritaKaltim.Co

DLH Kalimantan Timur Perkuat Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

BERITAKALTIM.CO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi, memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah menjadi fokus DLH dalam upaya memperkuat pengelolaan lingkungan hidup di daerah tersebut. Dalam pernyataannya, Anwar menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya pasca penambangan.

“Saat ini, kita sedang mempersiapkan rekomendasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar ada pengembalian kewenangan pengelolaan lingkungan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten. Langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa proses reklamasi dan restorasi yang dilakukan oleh perusahaan pasca tambang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ungkapnya saat ditemui di Hotel Mercure, Samarinda. Selasa, (27/8/2024).

Lebih lanjut, Anwar menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap perusahaan tambang, khususnya terkait jaminan reklamasi. Menurutnya, sebelum tugas restorasi lingkungan selesai, perusahaan tidak boleh mengambil jaminan reklamasi yang telah disetorkan.

“Kita harus pastikan bahwa reklamasi dilakukan secara tuntas dan sesuai dengan perencanaan awal. Ini untuk menghindari terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih parah,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan keberhasilan pengelolaan lingkungan di Kalimantan Timur, DLH juga fokus pada edukasi generasi penerus, terutama para pelajar. Program penghijauan dan reklamasi yang melibatkan sekolah-sekolah menjadi salah satu prioritas.

“Generasi muda harus kita libatkan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penghijauan dan reklamasi adalah salah satu cara kita mendidik mereka untuk mencintai alam sejak dini,” tambah Anwar.

Program penghijauan ini tidak hanya terbatas pada area pasca tambang, tetapi juga di lokasi-lokasi strategis lainnya. Anwar menegaskan, pasca tambang tidak bisa diserahkan begitu saja setelah aktivitas tambang selesai.

DLH berencana melibatkan berbagai stakeholder, seperti dinas pertanian, perkebunan, dan pihak-pihak lain yang terdampak, dalam proses perencanaan dan pelaksanaan reklamasi.

“Semua komponen harus diajak berdiskusi dan berkolaborasi, agar tidak ada pihak yang dirugikan, terutama masyarakat setempat,” jelasnya.

Menurut Anwar, Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, turut mendukung upaya ini dengan melakukan aksi penanaman pohon yang melibatkan pelajar. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap dampak lingkungan yang buruk akibat aktivitas tambang, khususnya tambang ilegal.

“Tambang ilegal memang menjadi masalah besar, namun kita tidak boleh lengah dengan tambang legal. Meskipun sudah ada kewajiban reklamasi dan reboisasi, kita harus terus mengawasi agar semua berjalan sesuai aturan,” ujar Anwar.

DLH juga memastikan bahwa tambang legal di Kalimantan Timur telah menjalankan kewajibannya dalam reklamasi dan reboisasi. Perusahaan tambang juga sudah banyak yang menanam pohon-pohon endemik Kalimantan, seperti gaharu, ulin, dan meranti.

“Kita akan terus mendorong perusahaan untuk menanam pohon-pohon yang sesuai dengan karakteristik daerah ini, agar ekosistem yang terganggu bisa pulih,” imbuhnya.

Dalam rangka memperkuat keterlibatan masyarakat, DLH aktif melibatkan siswa SMA dan SMK dalam kegiatan penanaman pohon dan reboisasi.

“Reboisasi bukan hanya tanggung jawab perusahaan atau pemerintah, tetapi juga masyarakat. Dengan melibatkan siswa, kita berharap mereka bisa menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan,” kata Anwar.

Anwar juga mengingatkan pentingnya penanganan void atau lubang bekas tambang yang belum ditutup.

“Void yang terbentuk akibat aktivitas tambang harus segera ditutup atau dikelola dengan baik, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Ini juga bagian dari tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Dengan berbagai program dan inisiatif ini, DLH Kalimantan Timur berharap bisa meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang lebih peduli dan tanggap terhadap isu-isu lingkungan.

“Kita harus memastikan bahwa Kalimantan Timur tetap hijau dan lestari, untuk kesejahteraan kita bersama dan generasi mendatang,” pungkasnya. #

Reporter: Yani | Editor: Wong

Comments are closed.