BERITAKALTIM.CO– Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, memastikan bahwa tidak ada kasus varian baru penyakit menular dari Afrika di wilayah Kaltim. Pernyataan ini disampaikan menyusul isu yang sempat beredar tentang kemungkinan adanya pasien yang dirawat karena penyakit cacar monyet.
“Yang generasi varian baru dari Afrika itu tidak ada. Tapi varian lama yang pernah ada di sini tahun lalu, sekarang sudah hilang,” tegas dr. Jaya saat ditemui di hotel Mercure beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, laporan terkait seorang pasien yang sempat dicurigai menderita cacar monyet ternyata tidak benar. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien tersebut didiagnosis menderita penyakit Stephen Johnson Syndrome, yakni kondisi medis akibat alergi terhadap obat-obatan tertentu.
“Kemarin ada yang diisukan dirawat karena cacar monyet, tapi ternyata dia Stephen Johnson. Penyakit ini terjadi karena alergi obat, sehingga kulit pasien melepuh di beberapa bagian tubuh,” kata dr. Jaya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap pasien tersebut menunjukkan hasil negatif untuk cacar monyet. Ia juga menekankan bahwa ciri-ciri klinis penyakit Stephen Johnson berbeda jauh dengan cacar monyet.
“Kalau cacar monyet, tentu akan cepat menyebar karena penularannya melalui kontak langsung. Sedangkan pada Stephen Johnson, penyebabnya murni reaksi alergi obat-obatan. Kulit yang melepuh pun hanya di lokasi tertentu, tidak ada gejala khas seperti yang ditemukan pada cacar monyet,” paparnya.
Dr. Jaya menambahkan bahwa pasien dengan Stephen Johnson Syndrome telah mendapat perawatan intensif dan kondisinya berangsur membaik. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu-isu kesehatan yang belum terkonfirmasi oleh otoritas medis.
“Yang paling penting, selalu pastikan penggunaan obat sesuai dengan resep dokter dan hindari konsumsi obat-obatan sembarangan. Ini untuk mencegah reaksi alergi yang bisa membahayakan kesehatan,” pesan dr. Jaya.
Dinas Kesehatan Kaltim terus memantau situasi kesehatan masyarakat di seluruh wilayah. Hingga kini, tidak ada laporan mengenai penyebaran penyakit menular baru, termasuk varian yang berasal dari Afrika.
“Alhamdulillah, kondisi kesehatan di Kaltim masih terjaga dengan baik. Kami akan terus meningkatkan upaya deteksi dini dan pengawasan, agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” pungkasnya .
Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari tenaga kesehatan jika menemukan gejala yang mencurigakan. #
Reporter : Yani | Editor : Wong | ADV Diskominfo Kaltim
Comments are closed.