BeritaKaltim.Co

Kesan Letjen TNI Tri Budi Utomo Sebagai Pangdam VI/Mulawarman

BERITAKALTIM.CO – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI), Letjen TNI Tri Budi Utomo yang sebelumnya Pangdam VI/Mulawarman mempunyai kesan selama 2 tahun 5 bulan menjabat Pangdam VI/Mulawarman.

“Dengan waktu yang cukup lama, banyak sekali kesan saya yang ada. Yang pertama kesan saya bahwa prajurit yang ada semua mendukung tugas ataupun tugas pokok yang diberikan dari Komando Atas kepada Kodam VI/Mulawarman,” katanya kepada awak media, pada hari Selasa, 2 Januari 2025.

Lanjut Sekjen Kemhan RI menjelaskan bahwa setiap tugas itu berbeda-beda, contoh dalam penanganan bencana yang sangat booming salah satunya adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan di 101 Kalimantan Selatan, yang mana saat itu bahu-membahu untuk membuat saluran air dengan menghubungkan air sungai sampai menuju ke arah lokasi tersebut yang tidak jauh dari bandara.

Kemudian kedua di daerah Kutai Barat atau Mahulu yang terjadi bencana banjir. Air sungai meluap sampai satu desa terendam air.

“Kami hadir di sana dan disambut baik oleh seluruh warga di sana dan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Kodam VI/Mulawarman kepada masyarakat di sekitar kita,” ungkapnya.

Selanjutnya, melihat anggota-anggota yang berada diperbatasan yang sangat terkesan karena berusaha untuk menangkal adanya narkoba yang masuk, penyeludupan-penyeludupan minum keras, logistik dan juga penyeludupan orang, baik itu keluar ataupun ke dalam.

“Kita bersama-sama dengan Bea Cukai menangkap bandarnya. Ada beberapa kilogram yang sudah kita amankan, memang tidak sebesar yang di Kalimantan Barat tapi kita juga sudah berupaya untuk melakukan ataupun meminimalisir, bagaimana barang-barang yang ilegal ini masuk ke tempat kita ataupun keluar,” jelas Letjen TNI Tri Budi Utomo.

Selanjutnya, bersama-sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bahu-membahu, untuk melakukan stabilitas keamanan dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah. “Ini yang membuat kesan saya,” imbuhnya.

Tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana dirinya menjabat disini, dimulainya penetapan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur mulai dari groundbreaking IKN sampai diresmikan Presiden RI Periode 2019-2024, Joko Widodo.

“Alhamdulillah banyak sekali memang yang terkesan disini, ada yang dapat teguran. Ya itu wajar lah kalau kita mendapatkan teguran tapi intinya bagaimana kami mensukseskan program dari pemerintah bersama-sama dengan seluruh Forkopimda, membantu untuk program pemerintah, sehingga pemerintah memiliki lahan yang diperuntukkan IKN,” sebutnya.

Menurutnya, memang ada tugas yang belum selesai seluruhnya dengan keterbatasan yang dimilikinya, sehingga berharap bisa dilanjutkan Pangdam VI/Mulawarman, Rudy Rachmat seperti contohnya perbatasan dengan luas 1.038 KM ini, hanya ada 31 pos dengan patok yang ada 7.500. Akan tetapi ada sekitar 500 patok yang belum bisa diganti atau rusak yang harus diganti.

“Ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat untuk bisa menjaga kedaulatan kita di perbatasan. Ini mungkin pesan yang dapat saya sampaikan. Tentunya semua ini bisa saya lakukan, karena ada prajurit-prajurit terbaik di Kodam VI/Mulawarman yang membantu saya,” tutupnya. #

Reporter: Niken | Editor: Wong

Comments are closed.