BeritaKaltim.Co

Kebutuhan Air Bersih Balikpapan Andalkan Bendungan Sepaku Semoi

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya, melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan mekanisme kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pengelolaan Bendungan Sepaku Semoi.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan Kota Balikpapan, Murni kepada media, Kamis (6/2/2025).

Murni menjelaskan rencana pembangunan bendungan ini diusulkan secara solicited, di mana pemerintah yang membuat proposal dan mengajukan pembangunan.

Namun, kini mekanisme yang digunakan adalah unsolicited, yakni proposal yang diajukan oleh pihak perusahaan yang kemudian akan membangun proyek tersebut dan akhirnya menjualnya.

“Dulu rencananya adalah solicited, sekarang menjadi unsolicited,” kata Murni.

Perbedaan utama antara solicited dan unsolicited, lanjut Murni, terletak pada pihak yang mengajukan proposal.

Jika dalam mekanisme solicited, pemerintah yang memulai proses, sementara dalam unsolicited, perusahaan yang membuat proposal dan bertanggung jawab atas pembangunan serta pengelolaannya.

Murni menekankan meskipun demikian, pemerintah pusat harus tetap memfasilitasi, agar proyek tersebut bisa terlaksana dengan baik di tingkat daerah.

Lebih lanjut, Murni menyebutkan bahwa Bendungan Sepaku Semoi sudah dibangun dan saat ini berfungsi untuk menampung air baku.

Air tersebut nantinya akan disalurkan ke berbagai wilayah yang membutuhkan. Untuk mengalirkan air dari Bendungan Sepaku Semoi ke Balikpapan, diperlukan mekanisme KPBU dengan total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp2,3 triliun.

Saat ini, Pemkot Balikpapan tengah menyelesaikan proses administrasi untuk memastikan bahwa proyek tersebut dapat segera dieksekusi.

Murni menargetkan, jika segala sesuatunya berjalan lancar dan pemerintah pusat tetap komitmen, maka pada pertengahan atau akhir tahun 2027, air dari bendungan tersebut sudah dapat mengalir ke Balikpapan dengan kapasitas 1.000 liter per detik.

“Itu targetnya. Kalau tidak mencapai 1.000 liter per detik, maka proyek ini tidak akan ekonomis dan tidak dapat memenuhi kebutuhan dengan optimal,” tutup Murni.

Dengan adanya proyek ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat menciptakan solusi jangka panjang untuk kebutuhan air bersih di kota tersebut, yang semakin meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi dan urbanisasi.#

Reporter: Niken|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.