BERITAKALTIM.CO-Usaha untuk meningkatkan produktivitas pangan di Kutai Kartanegara menjadi salah satu titik penting Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara, dan keinginan untuk meningkatkan produktivitas pangan mendapat respons positif dari Kementerian Pertanian RI, dengan mengucurkan alokasi anggaran melalui APBN.
Optimalisasi lahan (Oplah) merupakan salah satu program yang akan dijalankan Dinas Pertanian dan Peternakan, yaitu dengan melibatkan generasi milenial yang tergabung dalam Brigade Pangan Kutai Kartanegara, menggarap ribuan hektar lahan yang telah dipersiapkan pihak pemerintah daerah Kutai Kartanegara yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Untuk saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara menyiapkan lahan yang ada di Samboja, Marangkayu, Anggana dan Tenggarong, seluas 2.392 hektar. Dan produksi pangan di Kutai Kartanegara optimis di tahun-tahun mendatang akan meningkat,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara M Taufik, usai peresmian pembentukan Brigade Pangan Kutai Kartanegara di Jahab, Sabtu (12/4/2025).
Ditambahkan M Taufik dipilihnya 4 kecamatan yang ada tersebut, tidak lepas dari hasil survei tim Dinas Pertanian dan Peternakan, bahwa wilayah tersebut dianggap layak menjadi wilayah optimalisasi lahan.
“Brigade Pangan yang dibentuk merupakan petani milenial yang ada di masing-masing kelurahan atau desa setempat, sehingga dengan adanya Brigade Pangan itu, diharapkan bisa mendongkrak peningkatan produksi pangan yang ada di Kutai Kartanegara,” papar M Taufik.
Apalagi, lanjut M Taufik, pihak pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Pemkab Kutai Kartanegara, telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut dan nilainya cukup besar.
Mengenai titik lokasi kegiatan Brigade Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara M Taufik sesuai rincian tersebar di beberapa lokasi, seperti:
-Kecamatan Marangkayu berada di Desa Semangko, Desa Sebuntal, Desa Santan Ulu seluas, 960 hektar dengan jumlah 5 Brigade Pangan,
-Kecamatan Samboja, di Desa Buki Raya, Desa Beringin Agung, Handil Baru dan Handil Baru Darat serta Desa Muara Sembilang dengan luas lahan, 338,7 hektar dengan Jumlah 2 Brigade Pangan,
-Kecamatan Anggana, di Desa Sungai Mariam, Desa Anggana, Desa Sidomulyo, Desa Kutai Lama dan Desa Handil Terusan, luas lokasi, 702,65 hetar dengan jumlah 4 Brigade Pangan,
-Sementara untuk Kecamatan Tenggarong, di Kelurahan Jahab, luas lahan,153 hetar dengan jumlah 1 Brigade Pangan, dengan alokasi bantuan anggaran dari kementan sebesar Rp47.491.615.000.
Sedangkan alokasi anggaran untuk peningkatan prasarana dan irigasi dan jalan pertanian sebesar, Rp4.600.000 per hektar yang dilakukan secara swakelola tipe 2 dengan Kodim 0906/KKR dan Kodim 0908 Bontang dengan total nilai anggaran R 11.003.200.000.
” Untuk alokasi anggaran pengolahan lahan bantuan pemerintah yang disalurkan melalui rekening Brigade pangan sebesar Rp900.000 per hektar dengan total nilai anggaran sebesar Rp2.152.800.000,” ungkap M Taufik.
Dalam kegiatan peningkatan lokasi pertanian di wilayah Kutai Kartanegara, pemerintah menyiapkan traktor roda 4 sebanyak 12 unit dengan total nilai anggaran sebesar Rp3.400.000.000, tractor roda 2 sebanyak 24 unit dengan total nilai anggaran sebesar Rp1.100.000.000, sementara rotator sebanyak, 10 unit dengan total nilai anggaran sebesar Rp3.700.000.000.
Di samping itu, Pemkab Kutai Kartanegara juga menyiapkan Drone sebanyak 12 unit dengan total nilai anggaran sebesar, Rp4.200.000.000, Combine harvester sebanyak 13 unit dengan total nilai anggaran sebesar Rp7.250.000.000 sementara Power Therser sebanyak 24 unit dengan total nilai anggaran Rp970.000.000, mesin tanam padi sebanyak 33 unit dengan total nilai anggaran sebesar Rp2.550.000.000, pompa air irigasi sebanyak 78 unit dengan total nilai anggaran sebesar Rp545.000.000, Kapur pertanian sebanyak 4.784.000 kg dengan total nilai anggaran Rp5.740.800.000, Benih padi sebanyak 95.689 kg dengan total nilai anggaran sebesar Rp1.435.335.000.
Herbisida sebanyak 16.774 liter dengan nilai anggaran sebesar Rp2.009.280.000, insektisida sebanyak7.176 liter dengan nilai anggaran Rp861.120.000, fungisida sebanyak 4.784 liter dengan anggaran sebesar Rp574.080.000.
“Dengan adanya alokasi anggaran yang ada itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara optimis produksi pertanian di tahun mendatang akan meningkat, sepanjang tidak ada gangguan perubahan iklim seperti di tahun-tahun lalu,” tegas M Taufik.#
Reporter: Hardin|Editor: Hoesin KH|Adv|Diskominfo Kukar
Comments are closed.