BERITAKALTIM.CO-Rumah BUMN Banjarmasin berkolaborasi dengan Rumah BUMN Palangkaraya dan juga Balikpapan menampilkan produk unggulan UMKM di Kota masing-masing.
Seperti halnya Rumah BUMN Banjarmasin membawa produk abon ikan haruan.
“Abon ikan haruan itu produk asli dari Banjarmasin yang berasal dari sungai Martapura, sungai-sungai yang ada di Banjarmasin itu lengkap. Jadi ikan gabusnya asli dari sana,” jelas CEO Rumah BUMN Banjarmasin, Muhammad Ulil Amri saat ditemui di Bazar UMKM BSCC/DOME, pada hari Kamis, 10 Juli 2025.
Produk unggulan dari UMKM Balikpapan juga ditampilkan, termasuk Palangkaraya dengan membawa makanan khas seperti keripik saluang, tepung pisang saruan, mangrove sugar, dan lain-lain.
“Ini juga kita sering bawa kalau ada pameran yang berskala nasional. Jadi ada beberapa produk UMKM ini kita bawa untuk pameran yang sifatnya lokal, regional maupun internasional. Kita berkolaborasi dengan membawa produk kita,” ujarnya.
Hal ini bertujuan agar produk-produk UMKM di Kalimantan, khususnya untuk Kalimantan Selatan, Timur dan juga Kalimantan Tengah dikenal oleh masyarakat luas terutama di Indonesia. Sekaligus mengenalkan ke masyarakat luas terhadap rumah BUMN.
“Ini program dari Kementerian BUMN, mungkin banyak yang belum tahu rumah BUMN itu seperti apa. Kita mengenalkan ke masyarakat luas rumah BUMN itu tugasnya banyak. Rumah BUMN membantu dan mengenalkan produk UMKM supaya dikenal seluruh indonesia,” katanya.
Produk yang dipasarkan merupakan mitra binaan dari rumah BUMN. Masing-masing dari rumah BUMN Banjarmasin, Balikpapan, dan juga Palangkaraya menampilkan produk unggulan mitra binaannya.
“Harga produknya ini murah-murah. Jadi kita membawa produk yang asli dari masing-masing daerah dan produknya juga terjangkau dan rasanya juga enak. Jadi dijamin kalau misalkan orang-orang luar mencoba apalagi yang khas dari Kalimantan itu, nagih,” paparnya.
Antusias masyarakat terhadap produk Rumah BUMN sangat tinggi, seperti yang terjadi pada Bazar UMKM Perayaan HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan. “Jadi saya harapkan kita mendapatkan omset yang tinggi juga terhadap penjualan produk UMKM. Meskipun kita tidak mencapai tapi nama dari UMKM dan produk-produknya dikenal oleh masyarakat luas,” tutupnya. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.