BeritaKaltim.Co

DP3AKB Balikpapan Sediakan Layanan Psikolog Gratis untuk Anak Istimewa dan Keluarganya

BERITAKALTIM.CO-Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak istimewa (disabilitas) dengan menghadirkan layanan pendampingan psikologis gratis melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi, menjelaskan bahwa layanan ini tidak hanya ditujukan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi juga kepada keluarganya. Tujuannya adalah membantu orang tua memahami kebutuhan psikologis dan proses tumbuh kembang anak dengan lebih utuh dan tepat.

“Permasalahan anak istimewa tidak bisa disamaratakan. Bukan hanya soal gizi atau pola asuh, tapi bisa jadi menyangkut kesehatan mental anak. Di sinilah peran psikolog menjadi sangat penting,” jelas Umar.

Menurutnya, pendampingan psikolog tidak hanya bertujuan untuk menganalisis kondisi anak, tetapi juga sebagai bentuk dukungan emosional bagi orang tua. Pasalnya, mendampingi anak istimewa membutuhkan pemahaman dan kekuatan mental tersendiri.

“Anak istimewa butuh perlakuan istimewa. Dan orang tuanya juga butuh penguatan. Psikolog hadir untuk membantu mengurai apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak dalam proses tumbuh kembangnya,” tambahnya.

Hingga tahun 2024 lalu, DP3AKB mencatat terdapat sekitar 600 laporan terkait anak istimewa di Balikpapan. Namun Umar mengakui, pendataan tersebut masih bersifat umum karena belum dilakukan pemilahan berdasarkan kategori disabilitas, baik secara fisik, mental, maupun anak yang memiliki potensi kebutuhan khusus.

“Kategori anak istimewa itu sangat luas. Ke depan, kami berharap bisa melakukan pemetaan yang lebih rinci agar kebijakan dan layanan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Umar juga menegaskan bahwa tujuan dari pendampingan ini bukan hanya untuk memastikan anak berkembang secara sehat, tetapi juga agar anak bisa mencapai kemandirian.

“Ada tiga target utama yang kami harapkan. Pertama, anak mampu melayani dirinya sendiri. Kedua, dia bisa mengikuti tumbuh kembang sesuai tahapannya. Dan ketiga, dia mampu hidup mandiri, bahkan jika memungkinkan membuka usaha sendiri,” pungkas Umar.

Hadirnya layanan psikolog gratis dari Puspaga dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kota Balikpapan berharap keluarga yang memiliki anak istimewa merasa lebih kuat, tidak sendirian, dan mampu mendampingi anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang mandiri dan berdaya. #

Reporter: Niken | Editor: Wong | Adv

Comments are closed.