BERITAKALTIM.CO — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa proses seleksi calon direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilakukan secara terbuka, transparan, dan bebas dari campur tangan politik.
Langkah ini merupakan upaya untuk menjaring pemimpin-pemimpin profesional yang mampu membawa BUMD milik daerah ke arah yang lebih kompetitif dan produktif dalam menopang pendapatan asli daerah (PAD).
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan bahwa saat ini proses seleksi telah mengerucut pada tiga besar kandidat untuk masing-masing BUMD.
Mereka telah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang melibatkan akademisi dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta penilaian dari Panitia Seleksi (Pansel) independen.
“Oh ya, kita saat ini sedang melakukan interview terhadap tiga besar calon direksi Perusda yang sudah kita dapatkan dari Universitas Padjadjaran dan Pansel. Hasil interview ini akan segera kita umumkan dalam waktu dekat,” ujar Seno saat di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/8/2025).
Seleksi wawancara akhir ini turut melibatkan langsung Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, guna memastikan setiap kandidat benar-benar memahami tanggung jawab yang akan diemban.
Menurut Seno, integritas dan profesionalisme menjadi dua indikator utama dalam penilaian akhir.
“Yang pertama tentu saja adalah integritas. Mereka juga harus profesional dan bisa memberikan hasil sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.
Tak hanya itu, rekam jejak para kandidat juga menjadi sorotan utama dalam proses seleksi. Menurut Seno, beberapa dari mereka berasal dari perguruan tinggi ternama seperti ITB dan UGM, dengan latar belakang pendidikan yang relevan serta pengalaman kerja yang dinilai menjanjikan.
“Track record-nya cukup bagus. Ada yang lulusan teknik kimia ITB, ada juga dari UGM. Tapi kita juga tidak mengecualikan yang lokal. Yang jelas secara edukasi mereka baik, dan tentu saja pengalaman kerja sangat mempengaruhi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Seno menegaskan bahwa sesi wawancara bukanlah formalitas belaka. Setiap calon diuji sejauh mana visi mereka terhadap pengembangan BUMD yang akan dipimpin.
Termasuk ditanya tentang strategi peningkatan revenue serta rencana konkret dalam mendongkrak kinerja perusahaan.
“Yang ditanyakan tentu saja pengalaman terdahulu, apa yang sudah mereka lakukan. Kemudian berapa banyak mereka bisa mendapatkan revenue dari perusahaan yang akan mereka pimpin, dan lain sebagainya,” katanya.
Proses ini, kata Seno, merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kaltim untuk menjaga profesionalisme BUMD dari kepentingan politik yang kerap membayangi seleksi jabatan publik di daerah.
“Kalau intervensi politik? Tidak boleh ada. Ini murni seleksi profesional. Kita ingin hasil terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.
Dalam masa transisi ini, Pemprov telah memperpanjang masa jabatan sejumlah direktur sebelumnya untuk menjaga keberlangsungan operasional BUMD.
Namun Seno memastikan bahwa pengumuman direksi definitif akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Direktur sebelumnya sudah kita perpanjang. Insya Allah akhir bulan Agustus kita akan segera umumkan pelaksana-pelaksana definitif tersebut,” pungkasnya.
Reporter : Yani | Editor : Wong
Comments are closed.