BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kota ramah lansia. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), program Lansia Berdaya (Sidaya) kini dikembangkan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya guna.
Salah satu fokus utama dari program ini adalah Sekolah Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) sebuah konsep pembelajaran non-formal yang bertujuan memberikan ruang bagi para lansia untuk terus berkembang, baik secara fisik, mental, maupun sosial.
Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB Balikpapan, dr. Luluk Kumala Kafbiyah, menjelaskan bahwa melalui program ini pemerintah berupaya mengubah pandangan masyarakat terhadap usia lanjut.
Menurutnya, masa tua bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan kesempatan untuk tetap berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan.
“Kami ingin mendorong perubahan paradigma bahwa masa lanjut usia bukan masa pasif, tapi masa yang tetap bisa produktif dan bermanfaat. Lansia Balikpapan harus tetap sehat, aktif, dan berdaya,” ujar dr. Luluk, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan Sekolah Lansia SMART tingkat Kota Balikpapan digelar di Aula Lantai 4 Gedung Disdukcapil–DP3AKB, menghadirkan narasumber dari berbagai bidang kesehatan dan pemberdayaan. Mulai dari dokter spesialis jantung, dokter penyakit dalam, psikolog, hingga instruktur senam dan penyuluh KB turut memberikan materi kepada para peserta.
Peserta kegiatan terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), kader Bina Keluarga Lansia (BKL), serta perwakilan lansia dari Kelurahan Sepinggan Raya. Mereka mendapatkan pembekalan seputar kesehatan fisik dan mental, spiritualitas, keterampilan hidup, hingga pelatihan ekonomi sederhana agar tetap mandiri di usia senja.
Meski Balikpapan belum memiliki Sekolah Lansia yang resmi berjalan karena menunggu mekanisme anggaran, namun DP3AKB telah memulai tahapan persiapan administratif, seperti pembentukan pengurus dan penetapan lokasi sekretariat kegiatan.
Program Sidaya sendiri merupakan bagian dari Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) yang memiliki lima menu kegiatan utama. Salah satunya difokuskan pada penguatan kapasitas lansia melalui pendekatan komunitas.
dr. Luluk berharap Sekolah Lansia SMART dapat menjadi wadah yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan lansia, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga di Balikpapan. “Kami ingin para lansia merasa dihargai, berdaya, dan bahagia. Mereka tetap memiliki peran sosial yang penting dalam keluarga maupun masyarakat,” tutupnya.
Kehadiran program ini, Balikpapan menegaskan langkahnya sebagai kota inklusif yang tidak hanya berpihak pada generasi muda, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan generasi emas yang telah banyak berkontribusi bagi pembangunan kota.
NIKEN | WONG | adv
Comments are closed.