BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi (MBG) yang kini tak hanya menyasar sekolah, tetapi juga keluarga berisiko stunting, khususnya balita dan baduta (bayi di bawah dua tahun).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, menjelaskan bahwa program MBG telah mulai berjalan sejak 1 Oktober 2025 di wilayah Kelurahan Sepinggan Raya. Sebanyak 125 keluarga berisiko stunting menjadi penerima manfaat dari program ini.
“Selama ini masyarakat mengenal MBG untuk anak sekolah, padahal sekarang program ini juga sudah menyasar balita dan baduta di wilayah Sepinggan Raya. Programnya sudah berjalan sekitar satu bulan,” jelas Nursyamsiarni., pada hari Rabu, 5 November 2025.
Menurutnya, program MBG merupakan salah satu bentuk intervensi gizi spesifik yang digerakkan oleh pemerintah daerah guna menurunkan angka stunting di Balikpapan. Melalui program ini, keluarga dengan anak berisiko gizi buruk atau kekurangan gizi akan menerima makanan bergizi siap saji yang disalurkan setiap hari.
Proses distribusi dilakukan secara terjadwal. Sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA, makanan bergizi dikirim ke Balai Penyuluh KB yang berlokasi dekat Puskesmas Sepinggan. Dari sana, kader KB dan kader posyandu bertugas menyalurkan langsung ke rumah-rumah penerima yang telah terdata dalam sistem DP3AKB.
“Makanan disiapkan dan dikirim ke Balai Penyuluh KB, lalu kader yang akan mendistribusikan ke tiap RT sesuai data keluarga berisiko. Jadi, distribusinya langsung ke sasaran,” tambahnya.
Selain memberikan asupan makanan sehat, DP3AKB juga mengintegrasikan program MBG ini dengan edukasi pola asuh dan gizi seimbang, agar orang tua mampu mempertahankan pola makan sehat di rumah.
Nursyamsiarni menyebut, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Balikpapan dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting 14 persen pada tahun 2024, yang kini dilanjutkan secara berkelanjutan hingga 2025.
“Harapannya, program ini bisa mempercepat perbaikan status gizi anak-anak di Balikpapan. Tidak hanya memberikan makanan, tapi juga membangun kesadaran keluarga tentang pentingnya gizi seimbang dan perawatan anak,” ungkapnya.
Ke depan, DP3AKB berencana memperluas wilayah pelaksanaan MBG ke beberapa kelurahan lain di Balikpapan, terutama daerah yang memiliki angka stunting lebih tinggi berdasarkan hasil survei kesehatan keluarga.
Melalui program MBG yang kini merangkul anak usia dini, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan langkah konkret dalam membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting, sejalan dengan visi kota sebagai kota layak anak dan keluarga.
NIKEN | WONG | ADV
Comments are closed.