BeritaKaltim.Co

Wali Kota Bontang Sambut Pembangunan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia, Tegaskan Komitmen Hilirisasi Industri

BERITAKALTIM.CO  — Kota Bontang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat industri strategis di Indonesia setelah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan pabrik Soda Ash pertama di Indonesia. Proyek ini digagas oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersama Pupuk Indonesia Grup, dan disebut sebagai langkah visioner menuju kemandirian industri nasional.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap proyek strategis tersebut. Menurutnya, kehadiran pabrik Soda Ash di Bontang akan membawa dampak besar bagi industri petrokimia nasional dan memberikan nilai tambah pada perekonomian daerah.

“Keputusan untuk membangun pabrik Soda Ash pertama di Indonesia, di Kota Bontang, adalah langkah visioner yang menunjukkan komitmen luar biasa terhadap kemajuan bangsa. Dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun, pabrik ini akan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional dan mengurangi ketergantungan impor,” ujar Neni.

Dorong Hilirisasi Migas dan Petrokimia Nasional

Dalam dokumen Term of Reference (TOR), Bontang dinilai memiliki potensi kuat untuk masuk dalam rantai hilirisasi migas nasional, didukung oleh keberadaan kawasan industri strategis, infrastruktur pelabuhan yang memadai, dan kesiapan energi.

Hadirnya pabrik Soda Ash disebut menjadi bukti nyata bahwa Bontang menjadi bagian dari transformasi hilirisasi yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Kami bangga Bontang menjadi episentrum dari transformasi ini. Investasi besar ini adalah bukti nyata keberhasilan gerakan ekonomi Bontang. Pada tahun 2024, capaian investasi kita telah menyentuh Rp 2,7 triliun,” ungkap Wali Kota.

Ciptakan Lapangan Kerja dan Rantai Industri Baru

Pabrik Soda Ash tidak hanya memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri, tetapi juga berpotensi menciptakan rantai nilai baru di sektor petrokimia. Mulai dari jasa teknik, logistik, hingga industri pendukung lainnya turut diproyeksikan berkembang.

Neni menyebut bahwa kebutuhan lebih dari 800 tenaga kerja lokal pada masa puncak konstruksi adalah peluang besar bagi warga Bontang.

“Proyek ini menjadi jawaban atas tantangan penyediaan sumber daya manusia. Ini peluang emas bagi warga Bontang untuk terlibat langsung dalam pembangunan industri skala besar,” katanya.

Wali Kota juga menyoroti komitmen Pupuk Kaltim yang memasukkan prinsip keberlanjutan dalam desain pabrik tersebut. Salah satunya adalah rencana penyerapan 174 ribu ton CO₂ per tahun, yang disebut sebagai standar baru industri ramah lingkungan.

“Ini sejalan dengan identitas Kota Bontang yang diakui secara nasional sebagai kota berkelanjutan melalui penghargaan UI Green City Metric 2025,” tegasnya.

NURD | WONG | ADV

Comments are closed.