BERITAKALTIM.CO – Hotel Grand Sawit, salah satu hotel syariah tertua di Kota Samarinda yang berdiri sejak 10 Juli 1887, kini memasuki penghujung tahun 2025 dengan berbagai evaluasi dan rencana pengembangan.
Hotel yang dikenal dengan bangunan bersejarahnya itu menyediakan 71 kamar dengan beberapa tipe unggulan, mulai dari Superior, Deluxe, Junior Suite hingga Sawit Suite dengan harga mulai Rp400 ribu.
Human Resource Hotel Grand Sawit, Ira, mengatakan bahwa kinerja hotel di tahun 2025 menunjukkan dinamika yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, ia enggan menyebutkan besaran omzet yang dicapai.
“Untuk omzet mungkin kita nggak bisa nyebut ya, karena yang tahu hanya direksi,” ujar Ira saat ditemui, Senin (1/12/2025).
Ira mengakui masih terdapat beberapa kendala yang menjadi perhatian manajemen, terutama terkait fasilitas yang dinilai belum sepenuhnya memadai bagi tamu.
“Memang untuk fasilitas kita masih kurang, terutama kolam renang, kemudian Netflix,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Grand Sawit tetap memiliki keunggulan dari sisi layanan dan ruang pertemuan.
“Tapi kami tidak kalah dengan hotel lain. Walaupun kami kurang kolam renang dan Netflix, tapi kami masih bisa menjual fasilitas lain seperti kamar dan ballroom,” kata Ira.
Memasuki tahun 2026, Grand Sawit disebut mulai fokus pada peningkatan sarana dan prasarana yang sudah ada. Manajemen juga tengah menyusun rencana kejutan bagi para tamu dengan sejumlah pembaruan.
“Mungkin skala prioritas kita itu perbaikan fasilitas yang ada dulu,” jelasnya.
Selain pembenahan internal, Grand Sawit juga menyiapkan berbagai agenda kegiatan untuk menarik lebih banyak pengunjung pada tahun depan. Salah satu yang menjadi unggulan adalah penyelenggaraan event manasik haji.
“Terutama event manasik haji,” imbuh Ira.
Ia berharap peningkatan fasilitas dan penambahan program dapat memperluas jangkauan pasar Grand Sawit ke depannya.
“Harapannya semoga Grand Sawit bisa menambah fasilitas dan makin banyak yang bergabung dalam event yang kami selenggarakan,” tutupnya.
SANDI | WONG
Comments are closed.