BeritaKaltim.Co

Menyesap Waktu di Warung Kopi Legendaris “Taufik” Samarinda

‎BERITAKALTIM.CO- Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Pasar Pagi Samarinda, sebuah warung kopi sederhana tetap bertahan melintasi zaman yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasar Pagi, Nomor 12, yang kini menjadi salah satu saksi hidup perjalanan kota ini sejak berdiri pada 1990-an.

‎Bangunannya berupa Ruko di tepi jalan berseberangan dengan Hotel Bumi Senyiur. Dari penampilan luar terlihat bangunannya tanpa ornamen mencolok.

Suasana yang ditawarkan pun apa adanya sederhana dan akrab. Namun justru di sanalah letak daya tariknya dan menjadi terkenal karena menjadi salah satu Warkop legend yang banyak penggemarnya.

‎”Mungkin karena racikan kopi klasik Warung Kopi Taufik ini dikenal konsisten dari masa ke masa,” ujar Taufik, owner warkop legend itu saat menerima kunjungan wartawan Beritakaltim, Senin (8/12/2025).

Taufik mengungkapkan, menu andalannya adalah kopi hitam dan kopi susu, diseduh dengan cita rasa yang kuat dan bersih.

‎Lebih lanjut, Kenikmatan kopi kian lengkap saat disandingkan dengan roti bakar atau roti telur, menu pendamping favorit pelanggan setia.

‎Selain itu, warung kopi ini tak sekadar menjadi tempat minum kopi, melainkan ruang singgah bagi warga yang tak dibatasi jam kerja kantor. Itu sebabnya, pengunjungnya kebanyakan adalah pengusaha dan aktifis yang memanfaatkan momentum minum kopi sambil berbagi cerita dengan warga lainnya.

‎”Percakapan ringan, aroma kopi, dan lalu-lalang pasar berpadu menjadi suasana khas yang sulit ditemukan di kedai modern,” ucapnya

‎Tak jauh dari lokasi warung Taufik, Samarinda juga memiliki warung kopi legendaris lain yang masih bertahan hingga kini. Yaitu warung kopi Mekar Sari yang lebih akrab dengan sebutan Kedai Lim di Jalan Diponegoro dan Warkop Madju di Jalan Panglima Batur.

‎‎Keberadaan Warung Kopi Taufik ini menegaskan bahwa budaya ngopi di Samarinda bukan sekadar tren, melainkan tradisi yang hidup dan diwariskan lintas generasi Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, warung-warung kopi legendaris ini tetap menjadi ruang pertemuan sosial sekaligus penanda sejarah rasa di Kota Tepian.

SANDI | WONG

Comments are closed.