BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah tantangan perubahan iklim melalui penandatanganan kerja sama kemitraan strategis periode 2025–2030 dengan Organisasi Internasional Solidaridad (OIS). Kerja sama ini difokuskan pada percepatan transisi menuju pertanian berkelanjutan dan tangguh iklim.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Senin (15/12/2025). Pemerintah Kabupaten Kukar diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah, Ahyani Fadianur Diani, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, H.M. Taufik. Sementara Solidaridad Indonesia diwakili oleh Country Manager, Yeni Fitriyanti.
Kerja sama ini menempatkan subsektor perkebunan sebagai salah satu pilar utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus menjadi fondasi transformasi ekonomi daerah dari sektor ekstraktif menuju ekonomi berkelanjutan berbasis sumber daya alam terbarukan. Fokus kemitraan diarahkan pada penguatan rantai pasok komoditas unggulan daerah agar produktif secara ekonomi, ramah lingkungan, dan inklusif bagi petani kecil.
Ahyani Fadianur Diani menyatakan bahwa kemitraan dengan Solidaridad merupakan wujud keseriusan Pemkab Kukar dalam melakukan diversifikasi ekonomi daerah. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor tambang, minyak dan gas, serta batu bara, dengan memperkuat sektor pertanian berkelanjutan.
“Kemitraan dengan Solidaridad adalah komitmen kami untuk membangun benteng ekonomi baru berbasis sumber daya alam terbarukan. Kami ingin memastikan petani sawit, kopi, dan kakao di Kukar memiliki daya saing global, mampu menghadapi perubahan iklim, dan sejahtera tanpa merusak lingkungan,” ujar Ahyani.
Dalam kerja sama ini, sejumlah inovasi mulai dikembangkan, salah satunya pemanfaatan abu residu pabrik kelapa sawit sebagai bahan baku bangunan, meskipun masih dalam skala terbatas. Inisiatif tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah sekaligus mengurangi dampak limbah industri perkebunan.
Ahyani juga menekankan pentingnya peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Ia berharap koperasi dapat bertransformasi layaknya korporasi modern yang memiliki visi bisnis, inovasi, dan kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Penandatanganan kerja sama ini dirangkaikan dengan lokakarya pertanian berkelanjutan yang menempatkan petani sebagai aktor utama perubahan. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kelompok tani dan koperasi, mulai dari produsen kopi Desa Perangat Baru dan Cipari Makmur, kakao dari Desa Long Anai, hingga koperasi sawit swadaya Belayan Sejahtera.
Melalui proyek Pathway to Prosperity (PtoP), Solidaridad memberikan pendampingan teknis, peningkatan kapasitas petani, dukungan pascapanen, hingga akses informasi dan pasar bagi UMKM dan koperasi. Solidaridad juga mendorong praktik perkebunan yang sejalan dengan perlindungan hutan dan pelestarian keanekaragaman hayati.
“Kami berharap kerja sama ini dapat membantu petani menuju sertifikasi komoditas berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta menarik investasi hijau ke Kutai Kartanegara,” kata Yeni Fitriyanti.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi internasional, sektor swasta, serta pelaku UMKM dan koperasi ini diharapkan menjadi model rantai pasok pertanian yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Kutai Kartanegara di masa depan.
HARDIN | WONG
Comments are closed.