BERITAKALTIM.CO- PT Angkasa Pura Indonesia (API) menilai Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini masih difokuskan sebagai fasilitas pendukung, dan belum sepenuhnya siap untuk dikembangkan sebagai bandara komersial.
CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Farid Indra Nugraha, mengatakan dalam berbagai forum resmi pihaknya telah menyampaikan pandangan bahwa pengoperasian bandara secara komersial tidak hanya bergantung pada kesiapan landasan pacu, tetapi juga kelengkapan seluruh fasilitas kebandarudaraan.
“Bandara IKN saat ini lebih kepada penyediaan fasilitas yang lebih baik. Kalau nanti mau dikomersilkan, tentu fasilitas lain seperti ground handling, ground landing, dan sarana pendukung lainnya harus benar-benar siap,” ujar Farid, saat pembukaan posko nataru, di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, pada hari Senin, 15 Desember 2025.
Menurutnya, aspek terpenting dalam pengoperasian bandara komersial adalah minat pasar. Hingga kini, Angkasa Pura belum melihat adanya potensi penumpang yang signifikan di sekitar kawasan IKN untuk menjadikan Bandara Nusantara sebagai pilihan utama penerbangan.
“Kalau bicara komersial, itu tergantung dari peminatan penumpang. Ada atau tidak masyarakat di sekitar yang memang ingin terbang dari Bandara Nusantara. Itu yang masih belum terlihat,” jelasnya.
Farid menegaskan, potensi pengalihan penumpang dari bandara eksisting seperti Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan juga tidak bisa diprediksi secara sepihak. Keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan maskapai dan penumpang. “Kalau ada pengalihan, itu tergantung airline dan penumpangnya sendiri,” katanya.
Ia mencontohkan pengalaman di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, di mana pasar penumpang sudah terbentuk secara alami. Penumpang dari wilayah Kalimantan Utara, misalnya, lebih banyak memilih terbang dari Samarinda tanpa menggerus pasar Bandara Balikpapan.
“Market itu sudah terbagi. Tinggal nanti bagaimana penumpang memilih, mau berangkat dari Balikpapan atau dari Nusantara,” ungkap Farid.
Meski demikian, sebagai badan usaha milik negara (BUMN), Angkasa Pura menegaskan kesiapan untuk mengelola Bandara Nusantara apabila mendapat penugasan dari pemerintah. Namun dari sisi manajemen dan pemasaran, pengembangan bandara di kawasan IKN dinilai masih menghadapi tantangan besar.
“Secara prinsip, kalau Angkasa Pura diminta mengelola Bandara IKN, kami siap. Tapi secara manajemen marketing, memang cukup sulit karena pertumbuhan kawasan di sekitarnya belum terlihat,” pungkasnya.
Angkasa Pura menilai pengembangan Bandara Nusantara perlu dilakukan secara bertahap, seiring dengan pertumbuhan kawasan IKN dan terbentuknya pasar penerbangan yang berkelanjutan.
NIKEN | WONG
Comments are closed.