BeritaKaltim.Co

‎FOX Lite Hotel Samarinda Usung Nuansa Milenial Berbalut Etnik Kalimantan

BERITAKALTIM.CO – FOX Lite Hotel Samarinda menghadirkan konsep hotel bernuansa milenial tanpa meninggalkan identitas budaya lokal Kalimantan. Mulai dari area lobi, kamar, hingga rooftop, hotel bintang tiga ini menampilkan gambar serta ornamen khas Kalimantan sebagai ciri pembeda yang memperkuat karakter lokal di tengah desain modern.

‎Hotel setinggi 10 lantai yang berlokasi di Jalan Mayor Jenderal S. Parman Nomor 15, Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, ini menjadi pilihan strategis bagi tamu luar kota.

‎Lokasinya berada dekat dengan sejumlah pusat perbelanjaan utama, seperti Mall Lembuswana, Samarinda Square (Robinson), dan Samarinda Central Plaza (SCP), yang dapat dijangkau hanya dalam hitungan menit.

‎Selain kawasan perdagangan, FOX Lite Hotel juga berada tidak jauh dari Universitas Mulawarman, kampus terbesar di Kalimantan Timur. Kedekatan ini membuat hotel kerap dipadati tamu saat agenda wisuda berlangsung, terutama orang tua mahasiswa dan tamu undangan yang memilih menginap di lokasi terdekat.

‎Front Office Manager FOX Lite Hotel Samarinda, Ruswandi, mengatakan tahun ini manajemen melakukan penyesuaian harga kamar menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang turut berdampak pada industri perhotelan.

‎“Sebelum efisiensi, harga kamar kami dinamis, mulai Rp600 ribu sampai Rp1 juta. Sekarang kami menurunkan range harga, start di Rp580 ribu sampai Rp800 ribu. Itu yang paling bisa kami perjuangkan,” ujar Ruswandi saat diwawancarai, Jumat (16/01/2026).

‎Meski terjadi penurunan harga, tingkat hunian FOX Lite Hotel masih berada di level stabil. Tahun lalu, okupansi hotel berada di kisaran 90–92 persen per bulan. Sementara pada tahun ini, tingkat hunian tercatat sekitar 80 persen.

‎“Memang ada gap dari sisi hunian. Tahun lalu hampir penuh setiap bulan. Tapi masih cukup baik untuk ukuran hotel di tengah efisiensi anggaran,” katanya.

‎FOX Lite Hotel Samarinda memiliki total 77 kamar dengan dua tipe utama, yakni Superior dan Deluxe. Desain interior bernuansa industrial minimalis membuat kamar terasa modern dan estetik, menyasar segmen milenial, pebisnis muda, hingga keluarga.

‎Setiap kamar juga dilengkapi sofa bed yang dapat digunakan untuk bersantai atau menampung tamu ketiga tanpa perlu tambahan extra bed.

‎Hotel ini turut dikenal sebagai salah satu destinasi favorit generasi muda karena menyediakan banyak spot instagramable. Mulai dari lobi bernuansa etnik, koridor dengan desain estetik, hingga area lantai dasar yang nyaman untuk nongkrong dan membuat konten media sosial.

‎Di lantai atas, Thewarehouse Rooftop menghadirkan pemandangan kota Samarinda dengan suasana santai yang cocok untuk berfoto, membuat konten kreatif, atau sekadar bersantai. Area lantai dasar maupun rooftop Thewarehouse buka selama 24 jam dan dapat diakses oleh masyarakat umum.

‎Pengunjung cukup membeli minuman atau snack di Fox Deli lobby area dengan harga mulai Rp20 ribuan untuk menikmati fasilitas tersebut.

‎Sementara di Thewarehouse rooftop, tersedia beragam menu andalan seperti Nasi Goreng Bali seharga Rp45 ribu, Sate Ayam Senayan Rp65 ribu, hingga Ayam Bakar Taliwang Rp70 ribu.

‎FOX Lite Hotel juga membuka akses sarapan pagi bagi tamu non-menginap. Dengan harga Rp85 ribu per orang, pengunjung dapat menikmati sajian sarapan sepuasnya di Thewarehouse Rooftop.

‎Selain fasilitas akomodasi dan kuliner, FOX Lite Hotel Samarinda menyediakan kerja sama layanan transportasi dengan Alaya Transport serta layanan kecantikan dari Aira Clinic.

‎Tamu dapat memanfaatkan layanan transportasi lengkap dengan pengemudi untuk perjalanan ke Samarinda, Tenggarong, Bontang, Balikpapan, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

‎Ruswandi menegaskan, strategi bisnis FOX Lite Hotel tidak bergantung pada tamu pemerintah yang saat ini terdampak efisiensi anggaran. Pangsa pasar utama hotel tetap menyasar anak muda, masyarakat umum, dan pelaku bisnis.

‎“Inovasi terus kami jalankan. Walaupun anggaran pemerintah turun, kami tetap menggali pasar baru dan memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama anak muda yang suka nongkrong, foto-foto, dan mencari tempat yang nyaman,” pungkasnya.

SANDI | WONG

Comments are closed.