BERITAKALTIM.CO-Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Balikpapan menunjukkan geliat signifikan, khususnya di bidang kuliner. Data terbaru mencatat, sebanyak 1.040 kafe kini beroperasi di Kota Beriman, dengan mayoritas pemiliknya berasal dari kalangan pemuda generasi milenial dan Gen Z. Fenomena ini dinilai sebagai sinyal kuat tumbuhnya kemandirian ekonomi berbasis kreativitas anak muda.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, menyebut geliat tersebut sebagai peluang strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus penguatan ekosistem UMKM.
“Ini peluang besar. Dari sekitar 1.040 kafe yang ada di Balikpapan, rata-rata pemiliknya adalah anak muda. Artinya, pemuda kita tidak lagi sekadar menjadi konsumen, tetapi sudah menjadi pelaku utama dalam sektor UMKM,” ujar Ratih, pada hari Minggu, 25 Januari 2026.
Menurutnya, tingginya keterlibatan pemuda dalam bisnis kuliner menunjukkan bahwa sektor UMKM Balikpapan tengah berada pada fase produktif. Keberadaan ratusan kafe tidak hanya memperkaya ragam destinasi wisata kuliner, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Meski demikian, Ratih mengingatkan para pelaku usaha muda agar tidak terjebak pada tren sesaat. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar dalam dunia usaha bukanlah memulai, melainkan menjaga konsistensi dan keberlanjutan bisnis.
“Semangat di awal itu penting, tetapi yang lebih penting adalah konsistensi. Jangan hanya musiman. Memulai usaha memang menantang, tapi jangan pernah takut untuk melangkah. Dari keberanian kecil itulah kesuksesan besar bisa tumbuh,” tegasnya.
Disparpora Kota Balikpapan, lanjut Ratih, berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem UMKM pemuda melalui program pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi promosi dan jejaring usaha. Harapannya, para pengusaha muda ini tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Didominasi pelaku muda di sektor kuliner, Balikpapan kian menegaskan diri sebagai kota yang ramah bagi kreativitas dan inovasi pemuda. UMKM tak lagi dipandang sekadar usaha kecil, melainkan fondasi penting dalam membangun ekonomi kota yang inklusif dan berkelanjutan.
NIKEN | WONG
Comments are closed.