BeritaKaltim.Co

Pemerintah Percepat Hilirisasi Nikel, Proyek Baterai Listrik USD 6 Miliar Diresmikan

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah mempercepat program hilirisasi mineral sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sekaligus mentransformasi struktur perekonomian nasional. Salah satu fokus utama kebijakan ini adalah pengembangan industri pengolahan nikel untuk mendukung ekosistem baterai listrik.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyaksikan penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) konsorsium ANTAM–IBI–HYD di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1). Kerja sama ini menandai terbentuknya kemitraan resmi untuk merealisasikan proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Untung Budiharto, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation Aditya Farhan Arif, serta Director HYD Investment Limited Liu Jinzheng. HYD Investment Limited merupakan konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk.

Bahlil menegaskan kepemilikan mayoritas proyek akan dipegang ANTAM sebagai badan usaha milik negara, sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 untuk memprioritaskan kepentingan nasional. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang bagi mitra luar negeri, khususnya dalam transfer teknologi, akses pasar global, dan penerapan manajemen profesional.

Proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi ini direncanakan memiliki kapasitas produksi hingga 20 Giga Watt hour (GWh). Nilai investasinya diperkirakan mencapai USD 6 miliar dan berpotensi menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja. Rincian proyek masih akan dituangkan dalam studi kelayakan yang sedang disusun.

Selain mendukung industri kendaraan listrik, proyek ini juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan baterai pembangkit listrik hijau, termasuk program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas 100 gigawatt. Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat mendorong transfer teknologi dan meningkatkan peran perusahaan nasional sebagai pelaku utama industri baterai global.

WONG

 

Comments are closed.