BERITAKALTIM.CO-Pemerintah melakukan percepatan rehabilitasi jalur lintas yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara setelah sejumlah ruas jalan sempat terputus dan tertutup material banjir serta tanah longsor.
Berdasarkan pantauan di Aceh Tenggara, Senin, jalur tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan. Namun, di beberapa titik masih ditemukan sisa material longsor dan banjir, sehingga alat berat dan petugas disiagakan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan aman bagi pengguna jalan.
Salah satu titik terdampak berada di sekitar kawasan wisata Lawe Gurah, Kecamatan Ketambe, yang sebelumnya terputus akibat tertimbun longsor. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, pemerintah bersama PT Hutama Karya (HK) membuka jalur alternatif di kawasan tersebut.
Pengawas Pelaksana Lapangan Hutama Karya, Rizky Renaldi, mengatakan pihaknya melakukan pengalihan akses jalan sepanjang sekitar 100 meter karena jalur lama berada di sisi tebing yang berisiko membahayakan pengguna jalan.
“Di sini yang kami lakukan memperbaiki akses, di mana akses sebelumnya berada di sebelah tebing yang membahayakan. Jadi, kami mengalihkan jalurnya untuk diperbaiki,” kata Rizky.
Proses rehabilitasi dilakukan dengan mengerahkan sejumlah alat berat, seperti ekskavator dan vibro roller, untuk mempercepat pembukaan dan pemadatan jalur alternatif. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung secepatnya agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pascabencana banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatera, termasuk di Provinsi Aceh.
“Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan serta bekerja erat dengan BPBD dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian PU, tercatat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta menyebabkan 14 jembatan putus di Provinsi Aceh.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian PU juga melakukan perbaikan jalan nasional melalui pengisian agregat dan aspal pada ruas jalan amblas, pemasangan bronjong dan geotekstil, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), penutupan longsoran dengan terpal, serta penimbunan dan pemadatan ulang.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.