BeritaKaltim.Co

PKB Kaltim Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Rudy–Seno: Dukung yang Pro Rakyat, Siap Kritik Keras Jika TakBerpihak

BERITAKALTIM.CO – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur menegaskan sikap politiknya terhadap pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Meski menjadi salah satu partai pengusung pada Pilkada sebelumnya, PKB kini menyatakan akan bersikap kritis terhadap setiap kebijakan pemerintah daerah.

Ketua DPW PKB Kalimantan Timur sekaligus anggota DPR RI, Syafruddin, menegaskan bahwa dukungan partainya tidak bersifat mutlak. PKB, kata dia, hanya akan mendukung kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Memang pada Pilkada kemarin PKB adalah salah satu partai pengusung pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Tetapi saat ini sikap kami jelas: PKB Kaltim akan mendukung kebijakan pemerintahan Rudy–Seno yang pro rakyat, dan kami akan mengkritik bahkan menolak kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat,” ujar Syafruddin saat Buka Puasa dengan para insan pers di Pendopo DPW PKB, Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan, partainya tidak akan ragu bersuara keras jika menemukan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai merugikan masyarakat.

“Ketika ada kebijakan Rudy–Seno yang tidak berpihak pada masyarakat, kami akan menyerang atau mengkritik habis kebijakan tersebut. Kami menolak kebijakan yang tidak berorientasi pada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Selain menegaskan sikap politik terhadap pemerintahan saat ini, PKB Kaltim juga mulai mempersiapkan langkah politik untuk Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur mendatang.

Syafruddin menyatakan bahwa partainya telah menyiapkan kader internal untuk maju dalam kontestasi tersebut.

“Dalam Pilgub mendatang, PKB tidak akan lagi mendukung Rudy ataupun Seno. Kami sudah punya kader sendiri yang disiapkan untuk bertarung, yakni Sutomo Jabir,” katanya.

Menurut Syafruddin, keputusan ini sudah menjadi sikap politik yang bulat di internal partai.

“Kami punya kader yang sudah berpengalaman di eksekutif. Karena itu kami sudah mutlak, Pilgub ke depan tidak memilih lagi Rudy–Seno,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada Pilgub, PKB Kaltim juga mulai menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat basis politiknya di daerah. Partai ini menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi di DPRD Kalimantan Timur pada Pemilu 2029.

“Untuk Pilkada kabupaten dan kota, kami juga sudah menyiapkan kader-kader terbaik untuk berkompetisi. Walaupun masih jauh, persiapan sudah kami lakukan dari sekarang,” kata Syafruddin.

PKB menargetkan perolehan 11 kursi DPRD Kaltim pada 2029, jumlah yang dianggap cukup untuk mengusung calon gubernur sendiri tanpa bergantung pada koalisi partai lain.

“Target kami 2029 lebih besar lagi. Kami ingin mendapatkan 11 kursi, sehingga bisa maju sendiri di Pilgub mendatang,” ujarnya.

Syafruddin juga menyinggung hubungan politik antara PKB dan pemerintahan yang saat ini berjalan. Ia mengisyaratkan adanya keterbatasan ruang komunikasi dan diskusi setelah Pilkada usai.

Menurutnya, sebagai partai pengusung, PKB berharap memiliki ruang untuk memberikan masukan terhadap jalannya pemerintahan. Namun, hal itu dinilai belum terjadi secara maksimal.

“Kalau yang ada saat ini, kami merasa tidak punya ruang yang cukup untuk memberikan masukan. Bahkan ruang diskusi saja hampir tidak ada. Kami hanya mengantarkan saja menjadi gubernur, tetapi setelah itu seolah selesai,” ujarnya.

Meski demikian, Syafruddin menegaskan PKB tetap percaya diri dengan kader yang dipersiapkan untuk menghadapi kontestasi politik ke depan.

“Kami yakin kader yang kami siapkan adalah yang terbaik untuk memimpin Kalimantan Timur ke depan,” pungkasnya.

YANI | WONG

Comments are closed.