BeritaKaltim.Co

DPRD Dorong Kabel Bawah Tanah, Wajah Kota Harus Rapi dan Aman

BERITAKALTIM.CO-Penataan kabel udara yang semrawut di berbagai ruas jalan menjadi perhatian serius DPRD Kota Balikpapan. Pasalnya, hal ini mengganggu estetika kota balikpapan yang dikenal dengan kebersihannya.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa penertiban kabel kini tidak hanya menyangkut estetika kota, tetapi juga aspek keselamatan masyarakat.

Menurut Fauzi, berdasarkan komunikasi terakhir dengan Komisi III DPRD, penertiban tengah dilakukan dan diarahkan pada penggantian kabel tiang menjadi sistem kabel bawah tanah.

“Upaya penertiban sedang berjalan. Arahnya adalah mengganti kabel udara ke kabel bawah tanah. Kami masih menunggu detail objek dan tahapannya karena ini ranah Komisi III,” ujarnya, pada hari Rabu, 4 Maret 2026.

Penataan kabel ini, lanjut Fauzi, telah menjadi atensi Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud dan selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait konsep Indonesia Asri, di mana salah satu poinnya adalah meniadakan kabel yang melintang di udara serta baliho liar yang mengganggu estetika kota.

“Kita ingin wajah kota lebih rapi. Tidak ada lagi kabel lalu lalang yang mengganggu pemandangan,” tegasnya.

Fauzi menilai persoalan kabel gantung bukan hanya soal kerapian tata kota. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, kabel udara berisiko roboh atau putus, bahkan dapat memicu korsleting dan kebakaran.

Ia mencontohkan beberapa wilayah, termasuk Balikpapan Utara, yang rawan karena kabel kerap tersangkut atau bahkan dinaiki bekantan, satwa endemik Kalimantan, sehingga meningkatkan potensi gangguan dan bahaya.

“Ini bukan hanya di Balikpapan Utara, tapi hampir di seluruh kecamatan problemnya sama. Kabel gantung sangat mengganggu dan berisiko bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang saat ini masih banyak menggunakan kabel udara juga akan menjadi perhatian dalam pembahasan rapat besar DPRD mendatang.

Komisi II memastikan akan terus berkoordinasi lintas komisi dan dengan pemerintah kota, agar penataan dilakukan bertahap dan terukur. Mengingat proyek kabel bawah tanah membutuhkan perencanaan teknis dan anggaran besar, DPRD ingin langkah ini dipersiapkan secara matang.

“Kami berharap saat rapat besar nanti, ini bisa dibahas lebih komprehensif agar implementasinya sesuai harapan bersama,” kata Fauzi.

DPRD pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya kabel udara, terutama saat cuaca ekstrem. Ke depan, penataan utilitas kota diharapkan mampu menghadirkan Balikpapan yang lebih tertib, aman, dan nyaman sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara.

NIKEN  | WONG

Comments are closed.