BeritaKaltim.Co

Program Wajar Malam Butuh Dukungan Keluarga, Ini Kata Disdikbud

BERITAKALTIM.CO – Pelaksanaan program Wajib Belajar (Wajar) malam di Kota Bontang dinilai belum optimal tanpa dukungan penuh dari keluarga. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di luar jam sekolah.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa sekolah memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan terhadap siswa, terutama setelah jam belajar selesai.

“Pengawasan tidak bisa hanya dari sekolah. Setelah anak berada di rumah atau di luar, peran keluarga menjadi yang paling utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun program Wajar malam telah diterapkan pada pukul 19.00 hingga 21.00, masih ditemukan pelajar yang beraktivitas di luar rumah hingga larut malam.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuka ruang terhadap pengaruh negatif, seperti pergaulan yang tidak sehat hingga risiko penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, kebijakan pemerintah akan sulit berjalan efektif jika tidak diiringi dengan kesadaran dan pengawasan dari orang tua.

“Program ini sudah ada, tapi tanpa keterlibatan keluarga, tentu hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.

Selain keluarga, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pelajar, khususnya pada malam hari.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan pengawasan terhadap pelajar dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu mencegah berbagai dampak negatif di luar jam belajar.

“Ini perlu menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah atau pemerintah,” tegasnya.

Lia Abdullah | Wong | ADV

Comments are closed.