BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kota Bontang mengoptimalkan program Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik, khususnya yang belum bergelar sarjana (S1).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdul Safa Muha, menyebut program tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam mendorong peningkatan kualitas guru di daerah.
“Program UKT gratis ini sangat penting. Kami dorong agar dimanfaatkan secara maksimal oleh para guru, terutama yang belum S1,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga kini masih terdapat tenaga pendidik, terutama di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang belum memenuhi standar kualifikasi akademik. Karena itu, Disdikbud melakukan pendataan secara menyeluruh melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
“Kita sudah petakan melalui data GTK, mana saja guru yang belum S1. Itu yang kita prioritaskan untuk didorong,” jelasnya.
Selain mendorong pemanfaatan program, Disdikbud juga memastikan pelaksanaannya berjalan efektif melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk keberlangsungan program tersebut.
Melalui optimalisasi program UKT gratis ini, Pemkot Bontang berharap kualitas tenaga pendidik dapat terus meningkat dan berdampak langsung pada mutu pendidikan di daerah.
“Kami sudah siapkan fasilitasnya, tinggal bagaimana para guru memanfaatkannya dengan baik,” ujarnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.