BeritaKaltim.Co

Pertamina Gelar Pasar Murah di Samarinda, 1.000 Warga Terbantu

BERITAKALTIM.CO – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menutup rangkaian program pasar murah dengan menggelar kegiatan di kawasan Islamic Center Samarinda. Program ini menyasar 1.000 warga pra-sejahtera di lima kecamatan di Kota Samarinda.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang bertujuan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga rentan.

Dalam program ini, Pertamina menyediakan 1.000 paket sembako yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 2 kilogram, susu kental manis, sarden, dan kecap manis. Paket senilai Rp211.000 tersebut dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp30.000.

Manager CSR & SMEPP Management Pertamina Patra Niaga, Eko Kristiawan, mengatakan program pasar murah merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.

“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung upaya pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Seluruh hasil penjualan dari kegiatan tersebut akan didonasikan untuk pengembangan sarana dan prasarana tempat ibadah di Samarinda.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun, Fuel Terminal Manager Samarinda Steven Pattiwael, serta Anggota DPR RI Komisi XII Syafruddin.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai membantu masyarakat.

Program pasar murah di Samarinda ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pontianak dan Kabupaten Sintang.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan energi, tetapi juga melalui program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

WONG

 

Comments are closed.