BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong sekolah-sekolah di Bontang mengembangkan urban farming melalui pemanfaatan hidroponik dan polybag
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muh Arfa, menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan semangat swasembada pangan yang saat ini didorong pemerintah pusat.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan edukasi sejak dini kepada peserta didik mengenai sumber pangan dan proses menanam.
“Anak-anak perlu dikenalkan sejak awal tentang bagaimana pangan itu dihasilkan dan bagaimana cara menanam yang sederhana tetapi bermanfaat,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, konsep bercocok tanam yang diterapkan tidak lagi bergantung pada lahan luas. Sekolah dapat memanfaatkan berbagai media tanam alternatif agar lingkungan tetap hijau dan produktif.
“Sekarang menanam tidak harus punya lahan besar. Bisa menggunakan hidroponik, polybag, atau media tanam lain yang lebih praktis,” jelasnya.
Program tersebut juga menjadi solusi bagi sejumlah sekolah yang dinilai masih minim ruang hijau atau terlihat gersang. Dengan inovasi sederhana, sekolah tetap dapat menghadirkan suasana yang lebih asri sekaligus edukatif bagi siswa.
“Kalau sekolahnya masih terlihat gersang, kita dorong agar mulai berinovasi memanfaatkan media tanam yang ada supaya lingkungan sekolah lebih hijau,” tambahnya.
Selain sebagai penghijauan, tanaman yang dibudidayakan nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, seperti sayuran yang bisa dipanen dan digunakan secara langsung.
Arfa mengatakan, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di SDN 009 Bontang Utara, melainkan akan diperluas ke sekolah lain secara bertahap. Bahkan, program tersebut ditargetkan dapat diterapkan di seluruh sekolah di Bontang melalui dukungan bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang.
“Targetnya semua sekolah nantinya bisa menjalankan kegiatan penanaman pangan seperti ini sebagai bagian dari edukasi ketahanan pangan,” tandasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.