BeritaKaltim.Co

Gempa Palu dan Donggala, 59 Atlet Kaltim Selamat

SAMARINDA, beritakaltim.co – Gempa beruntun pada hari Sabtu (27/9/2018) menimpa Palu dan Donggala, Sulaweesi Tengah, menelan ribuan korban jiwa. Namun 59 atlet asal Kaltim yang kebetulan berada di kota itu saat gempa, seluruhnya selamat dan menunggu proses evakuasi pulang ke Samarinda.

Pertolongan terhadap atlet sedang diupayakan Pemprov Kaltim. Karena kondisi bandara yang rusak parah, kemungkinan mereka kembali ke Kaltim menumpang kapal laut yang diberangkatkan mengangkut tim dokter dari Samarinda.

“Tim kita terus lakukan koordinasi. Syukur alhamdulillah mereka semua selamat. Saat ini mereka menunggu pemulangan. Sebagai langkah antisipasi, selambat-lambatnya kita usahakan mereka bisa kembali dengan kapal laut yang membawa tim medis tambahan dan relawan yang berangkat Selasa besok,” ungkap Asisten Administrasi Umum H Bere Ali saat menggelar jumpa pers di Ruang Tenguyun Kantor Gubernur, Senin (1/10/2018).

Para atlet Kaltim yang berada di Palu terdiri dari dua 2 atlet panjat tebing, 50 atlet airsoft gun dan 7 atlet gate ball. Mereka berada di Kota Palu untuk memenuhi undangan tuan rumah guna memeriahkan rangkaian Pesona Palu Nomoni III 2018. Kondisi seluruh atlet dikabarkan baik dan saat ini sedang berkumpul di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Palu.

Sementara, Pemprov Kaltim sendiri ikut berjuang untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami 7,7 Skala Richter itu. Langkah pertama dengan mengirimkan tim medis pendahulu yang berasal dari RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Tim medis berjumlah 8 orang terdiri 3 dokter spesialis dan 5 perawat berangkat bersama Tim Basarnas dari Balikpapan dengan menggunakan jalur laut dan tiba di Palu pada Minggu (30/9/2018) siang. Dan pada Selasa (2/10/2018),

“Kontak terus kami lakukan dengan tim medis pendahulu. Informasi dari mereka, melihat kondisi lapangan saat ini, hal yang sangat mereka butuhkan adalah dukungan tim medis dan relawan untuk menolong para korban. Oleh karena itu, Selasa besok kita akan kirim tim medis tambahan ke sana,” kata Bere Ali. Menurut rencana tim medis tambahan yang akan berangkat ke Palu berjumlah 20 orang. Mereka akan dibantu 100 relawan yang akan berangkat di hari yang sama. Mereka akan berangkat menggunakan kapal laut bantuan dari Wakil Walikota Balikpapan. Kapal tersebut juga akan mengangkut bantuan logistik hasil sumbangan masyarakat dengan berat diperkirakan mencapai 7 ton.

Selanjutnya, mengantisipasi kepadatan penanganan korban bencana yang dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Sulawesi Selatan, Pemprov Kaltim juga menyiapkan posko di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk mengantisipasi kemungkinan bantuan penanganan para korban dialihkan ke Balikpapan. Dua rumah sakit milik Pemprov Kaltim lainnya pun siap menjadi rujukan, yakni RSUD Abdul Wahab Syahrani Samarinda dan RSJD Atma Husada Samarinda.

Posko yang lain juga akan disiapkan di Samarinda, tepatnya di Distrik Navigasi Jalan Gurami No. 1, khususnya untuk mobilisasi logistik menggunakan kapal negara. Selain dua posko di Balikpapan dan Samarinda, Kaltim juga akan membangun posko di Palu. Di sana disiagakan 20 tenaga terampil, satu unit mobil dapur umum, truk dan roda dua masing-masing satu unit, juga tenda darurat.
“Sebagai penanda, di tenda itu kita akan beri tulisan Posko Kaltim Peduli Bencana,” sebut Bere seraya menambahkan seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Sosial.
Bantuan lain yang juga sudah diberangkatkan menggunakan Kapal Negara Miang Besar dari Distrik Navigasi Samarinda berupa 31 unit barang dengan 5.942 koli barang dengan awak kapal sebanyak 37 orang.
Bantuan kepada para korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala masih ditunggu di posko-posko yang sudah disiapkan. Pemerintah juga akan segera membuka rekening donasi untuk Palu dan Donggala bagi masyarakat yang akan memberikan bantuan dengan saluran yang tepat. Langkah ini sekaligus sebagai antisipasi terhadap kemungkinan banyak oknum tak bertanggungjawab yang memanfaatkan bencana untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Diakhir jumpa pers Bere Ali mengajak media massa untuk menyampaikan pemberitaan optimis dan tidak justru menyebarkan informasi yang berpotensi hoaks atau berita bohong atau tidak akurat. Hal ini penting untuk menjadi penyemangat tim medis, relawan, pemerintah, para korban dan semua pihak yang telah berupaya keras membantu para korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala. #sul/humasprov

Comments are closed.