PENAJAM PASER UTARA, beritakaltim.co- Inilah Ihwan Datu Adam, anggota DPR RI asal daerah pemilihan Kalimantan Timur. Usai mendeklarasikan diri segera move one paska Pilpres 17 April 2019, dia pun merasa bertanggungjawab agar masyarakat juga menyudahi beda pilihan yang telah berlangsung lama ini.
“Ya, ini tanggungjawab saya juga sebagai seorang legislator. Saya tidak ingin masyarakat saya ikut terpecah. Tercerai berai karena beda pilihan. Cukup. Kita akhiri pada 17 April 2019 lalu dan selanjutnya kita tunggu KPU bekerja menghitung,” ujar Ihwan yang kini duduk di kursi Komisi VII membidangi Kehutanan dan Lingkungan serta ESDM (Energi Sumber Daya Mineral).
Salah satu cara mempersatukan kembali warganya, kata Ihwan kepada beritakaltim.co, Jumat (19/4/2019), dengan melaksanakan pengajian Majelis Taklim AL-Muhibbin di PPU (Penajam Paser Utara).
“Kami mengajak kepada masyarakat untuk mendoakan sesama anak negeri. Terlebih khusus Bangsa dan Negara untuk bersatu menunggu hasil pemilu 17 April 2019. Supaya tidak terjadi perpecahan anak negeri, karena kita semua bersaudara dan beda pilihan itu sangat indah,” ujarnya.
Suami dari anggota DPRD Kaltim Sandra Puspa Dewi itu mengatakan, beda warna itu pilihan. Namun kita harus tetap menjaga harus tetap bersatu, tidak harus terpecah belah.
“Rencana Allah selalu jauh lebih indah dari prasangka hambaNya. Maka, hadirkanlah cita dan ukiran perencanaan terbaik atas misteri takdir Allah terhadap kita. Buatlah rencana-rencana yang bernilai tinggi,” ujar dia.
Ihwan Datu Adam yang kini maju kembali sebagai caleg DPR RI Partai Demokrat menyampaikan sikapnya paska Pemilu. “Mari rencanakan untuk menjangkau sesuatu yang tak terjangkau dan biarlah Allah yang menjangkaunya untuk kita. Tidak ada yang mustahil,” ujar Ihwan.
Di bagian lain Ihwan mengisahkan tentang perencanaan manusia dan perencanaan Allah. Menurutnya, gandengkan perencanaan kita dengan perencanaan Allah.
“Jangan pernah mensugesti diri bahwa semuanya adalah takdir Allah. Ingat takdir tidak bisa berubah. Nasib bisa berubah. Nasib yang harus dijalani tanpa ada usaha nyata dari diri Kita semua. Dan jika takdir Allah berbicara lain, maka ambillah ia dengan bentuk penerimaan terbaik, yakni keikhlasan. Karena Allah pasti memiliki rencana lain atas perencanaan kita,” kata Ihwan.
Dia juga mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib; “Kebenaran yang tidak terencana, dapat dikalahkan dengan kebatilan yang tertata.
”Artinya kebenaran bisa saja disalahkan, tapi kebenaran tidak dapat dikalahkan!! Kebenaran akan muncul sebagai pemenang, hakil yakin, cepat atau lambat kebenaran adalah pemenangnya,” tutup kader Partai Demokrat ini. #le
Comments are closed.