BeritaKaltim.Co

Bupati dan Forkopimda Berau Nonton Bareng Pidato Presiden Jokowi

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM bersama para forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), dan seluruh pimpinan SKPD dan undangan nonton bareng pidato kenegaraan Presiden RI, Ir H Joko Widodo dalam rangka Memperingati HUT RI ke-74, di rumah dinas Bupati, Jum’at (16/8) pagi kemarin, di Jalan Cendana, Tanjung Redeb.

Dalam sidang untuk memperingati hari kemerdekaan ke-74 tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga pidato. Pertama adalah Pidato Presiden RI di depan Sidang Tahunan MPR RI. Dijadwalkan, sidang tahunan MPR ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dan berakhir pada 09.45 WIB.

Kedua adalah pidato kenegaraan Presiden dalam Rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI pada sidang bersama DPR RI dan DPR RI. Sidang dimulai pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada 11.35 WIB.

Dalam salah satu pidato ini, Presiden Jokowi akan menyampaikan rincian rencana pemindahan ibu kota ke salah satu wilayah di Kalimantan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan visi Indonesia Maju membutuhkan peran semua pihak. Termasuk peran-peran semua parpol.

“Indonesia Maju bukan hanya karya Presiden dan Wakil Presiden, bukan hanya karya lembaga eksekutif, lembaga legislatif, ataupun yudikatif saja,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menekankan bahwa keberhasilan Indonesia juga karya pemimpin agama, budayawan, dan para pendidik. Keberhasilan Indonesia juga adalah karya pelaku usaha, buruh, pedagang, inovator ataupun petani, nelayan, dan UMKM, serta karya seluruh anak bangsa Indonesia.

“Kecepatan kita dalam meraih cita-cita adalah peran bersama. Peran PDI Perjuangan, peran Golkar, peran NasDem, peran PKB, peran Perindo, peran PPP, peran PSI dan peran Hanura, PBB, dan PKPI. Dan jangan lupa juga peran Gerindra, PKS, dan Demokrat, serta PAN, Partai Berkarya, dan Partai Garuda,” ungkapnya.

“Saya yakin, jika kita sepakat dengan satu visi Indonesia Maju, kita mampu melakukan lompatan kemajuan, lompatan untuk mendahului kemajuan bangsa lain,” sambungnya.

Jokowi menyatakan siap memimpin lompatan kemajuan itu. “Sayalah yang memimpin lompatan kemajuan kita bersama,” tegasnya.

Indonesia di bawah kepemimpinannya tidak akan takut menghadapi zaman keterbukaan. “Dalam bidang pertahanan-keamanan, kita juga harus tanggap dan siap. Menghadapi perang siber. Menghadapi intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Serta menghadapi ancaman kejahatan-kejahatan lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri, yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita. Indonesia tidak takut terhadap keterbukaan. Kita hadapi keterbukaan dengan kewaspadaan,” ungkapnya

Dituturkan, Indonesia tidak takut akan ancaman ideologi dari negara lain. Pihaknya mengatakan akan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman ideologi tersebut.

“Kewaspadaan terhadap ideologi lain yang mengancam ideologi bangsa. Kewaspadaan terhadap adab dan budaya lain yang tidak sesuai dengan kearifan bangsa kita. Kewaspadaan terhadap apa pun yang mengancam kedaulatan kita,” jelas Jokowi.

Indonesia tidak takut menghadapi persaingan. Indonesia, menurut Jokowi, akan menghadapi persaingan dengan kreativitas, inovasi, dan kecepatan.

“Indonesia tidak takut terhadap persaingan. Kita hadapi persaingan dengan kreativitas, inovasi, dan kecepatan yang kita miliki. Karena itu, tidak ada pilihan lain, kita harus berubah. Cara-cara lama yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan. Strategi baru harus diciptakan. Cara-cara baru harus dilakukan. Kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.

Kata Jokowi, slogan ‘Lambat Asal Selamat’ tidak lagi relevan. Dia menuturkan slogan yang akan dipegang adalah ‘Cepat dan Selamat’. “Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibanding negara-negara tetangga. Investasi harus membuka lapangan kerja baru harus menguntungkan bangsa kita. Langkah demi langkah tidak lagi cukup, lompatan demi lompatan yang kita butuhkan. Lambat asal selamat tidak lagi relevan, yang kita butuhkan adalah cepat dan selamat,” tegasnya. #mar/adv

Comments are closed.