BeritaKaltim.Co

Hari Tani Nasional, Pengunjukrasa Soroti Rendahnya Produksi Pertanian Kaltim

SAMARINDA, beritakaltim.co- Memperingati Hari Tani Nasional (HTN) yang ke-49 sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Garda Tani (AGT) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Massa membawa atribut almamater dan melakukan aksi teatrikal.

Masalah rendahnya produksi pertanian Kaltim diangkat menjadi isu utama. Hal itu terjadi disebabkan rendahnya daya saing sumber daya manusia, banjir, alih fungsi lahan dan kebakaran hutan.

Aliansi Garda Tani (AGT) menyebutkan, jumlah penduduk Kaltim sebanyak 3.648.835 orang. Maka setahun dibutuhkan 306.867 ton beras. “Sementara dari data BPS Kaltim menyebutkan, bahwa produksi beras setara nasi pada tahun 2018 hanya 139.689 ton. Berarti kita masih kekurangan 167.000 ton,” urai Koordinator aksi, Muhammad Riski.

Selain berorasi, massa aksi mengirimkan perwakilan untuk menemui pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sementara sebagian menunggu di depan kantor gunerbur sembari berorasi.

Aksi teatrikal memperingati Hari Tani Nasional (HTN) di Samarinda.

Aksi AGT tersebut menuntut 5 poin yang ditujukan untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, antara lain menuntut pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar petani, mencabut izin pelaku yang mengambil alih lahan pertanian, mendesak pemerintah agar menyelesaikan konflik agraria, menuntut agar pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendesak pemerintah mengoptimalkan penyuluh yang ada.

“Banyak konflik yang terjadi antara petani dan perushaan yang terbanyak dengan perusahaan batu bara dan kelapa sawit, contoh seperti di L2 Kabupaten Kutai Kartanegara, lahan pertanian sangat berdekatan dengan perusahaan tambang batu bara dan ini harus cepat dicarikan solusinya oleh pemerintah,” tutup Muhamad Risky. (Hr)

Comments are closed.