BERITAKALTIM.CO- Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kalimantan Timur masih alot. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat beberapa item usulan yang masih menjadi pembahasan antara Banggar DPRD Kaltim dengan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Salah satu anggota Banggar, Sutomo Jabir mengatakan, hingga saat ini fraksinya belum sepakat dengan item penambahan penyertaan modal pada Bank Kaltimtara dan Jamkrida.
“Hingga saat ini fraksi PKB belum sepakat sebelum penyertaan modal itu jelas dan lengkap persyaratan teknisnya,” urai Sutomo Jabir saat dikonfirmasi via whatsApp, Rabu (20/8/2020).
Dihubungi secara terpisah, Anggota Banggar dari fraksi PAN, Baharuddin Demmu mengatakan hingga saat ini pembahasan APBD-P masih deadlock dan belum terjadwalkan.
“Belum ada jadwal ni,” singkatnya.
Di sisi lain beritakaltim mengkonfirmasi via pesan whatsAapp ke Kepala Biro Ekonomi, Nazrin hingga Asisten II, Abu Helmi, namun belum mendapatkan respon.
Untuk diketahui sebelumnya, pada pembahasan Badan Anggaran DPRD Kaltim terdapat item yang belum disepakati pada lembar pointer rapat Sekertaris Daerah, TAPD Privinsi Kalimantan Timur dan Banggar DPRD Provinsi Kaltim berkenaan dengan pembahasan rancangan perubahan KUA dan PPAS tahun 2020, yakni pengeluaran pembiayaan untuk setoran modal Pemprov sebesar Rp300 milyar dan item tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Kaltim. #
Wartawan: Heriman
Comments are closed.