BeritaKaltim.Co

Longsor di Teluk Bajau, Dinas PUPR Kaltim Bantah Wali Kota Samarinda

BERITAKALTIM.CO- Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah II Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalimantan Timur, Joniansyah, membenarkan adanya penutupan akses jalan di Teluk Bajau, Samarinda Seberang.

Penutupan sementara itu dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda untuk membersihkan dan memperbaiki jalan yang terkena longsoran tanah di kawasan itu.

Menurutnya penanganan longsor di Teluk Bajau sudah dilakukan semaksimal mungkin oleh UPTD Wilayah II, bahkan ia mengaku pihaknya sudah bekerja setiap hari dari siang hingga malam.

“Penutupan akan dilakukan sampai hari Jumat, mudah-mudahan cuaca mendukung, Kita selalu kerja kok, coba wali kota tanya sama warga di sana,” ujar Joniansyah.

Pejabat Dinas PUPR Kaltim ini merespon statemen dari Wali Kota Samarinda yang menyebut Dinas PUPR Kaltim lambat dalam penanganan tanah longsor di Teluk Bajau. Karena jalan tersebut dalam wewenang Pemprov Kaltim, tim dari Dinas PUPR, kata Joniansyah, sudah berada di sana agar kondisi jalan normal kembali.

“Salah (ucapan wali kota-red). Hargai orang lapangan,” ungkap Joniansyah, Rabu (21/4/2021).

Joni berharap Wali Kota Samarinda Andi Harun memantau bersama ke lapangan agar mengetahui kondisi lapangan dan dapat melihat sejumlah kendala yang memperlambat pengerjaan.

“Nggak pernah ke lapangan melihat kita kerja siang malam, coba hargai orang kerja dulu. Jangan asal ngomong di belakang meja, mudah-mudahan ada wali kota juga di lapangan bersama saya biar tahu,” tandasnya.

Sejumlah kendala lapangan bukan hanya cuaca yang tidak mendukung, namun juga arus lalu lintas yang menghambat pengerjaan.

“Kendalanya karena intensitas hujan yang cukup tinggi, hampir setiap hari jalan menjadi becek dan tanah kesulitan diangkat. Belum lagi karena padatnya arus lalu lintas, tapi kita selalu bekerja setiap hari,” paparnya.

Oleh karena itu, Joni berharap dengan penutupan akses jalan tersebut dapat memperlancar pengerjaan sehingga jalan bisa dilalui kembali dengan normal serta didukung dengan cuaca.

“Takut jika jalannya licin, kalau hujan kan tanah menjadi lembek betul jadi agak susah diangkat. Biasanya kerja tanah itu kan cuaca panas yang mendukung,” bebernya.

Untuk diketahui dalam melaksanakan perbaikan longsor di Teluk Bajau, UPTD PUPR wilayah II menurunkan dua alat excavator, satu excavator mini dan dump truk (DT) serta bantuan dari Pemerintah Kota Samarinda. #

Wartawan: Heriman

Comments are closed.